Sidak Dapur MBG di Jakarta Barat, Dudung Temukan Belatung dan Sistem Limbah Bermasalah

Galuh Kurniawan
4 Min Read
Sidak Dapur MBG di Jakbar, Dudung Soroti Belatung hingga IPAL Tak Layak (wg/DMNet.com

DMNET.COM – JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke sejumlah dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Jakarta Barat, Selasa (12/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, Dudung menemukan berbagai persoalan serius terkait kebersihan dan sistem pengolahan limbah yang dinilai tidak memenuhi standar keamanan pangan.

Sidak dilakukan di dua lokasi dapur MBG yang berada di kawasan Kebon Jeruk dan Petamburan. Dari hasil peninjauan langsung, Dudung mengaku prihatin karena kondisi dapur dinilai jauh dari standar sanitasi yang semestinya diterapkan dalam program penyediaan makanan untuk anak-anak.

Di lokasi sidak, Dudung menemukan adanya belatung di area dapur serta tumpukan sampah yang belum tertangani dengan baik. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap kualitas makanan yang diproduksi untuk penerima manfaat program MBG.

Menurut Dudung, persoalan kebersihan dalam pengelolaan dapur tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut kesehatan masyarakat, terutama anak-anak yang menjadi sasaran utama program pemerintah tersebut.

“Kalau tidak bisa diperbaiki dalam waktu dekat, segera ditutup saja,” tegas Dudung saat memberikan arahan kepada pengelola dapur MBG.

Selain masalah sampah dan kebersihan lingkungan, Dudung juga menyoroti instalasi pengolahan air limbah atau IPAL yang dinilai tidak layak. Ia menilai sistem pembuangan limbah di dapur tersebut berpotensi mencemari lingkungan sekaligus meningkatkan risiko kontaminasi makanan.

Tak hanya itu, area pencucian bahan makanan hewani dan nabati juga ditemukan masih digabung dalam satu tempat. Padahal, berdasarkan standar keamanan pangan, kedua jenis bahan tersebut seharusnya dipisahkan untuk mencegah kontaminasi silang yang dapat memicu gangguan kesehatan.

Temuan lain yang menjadi perhatian yakni belum adanya pemisahan antara gudang basah dan gudang kering. Sistem penyimpanan bahan pangan yang tidak sesuai prosedur dinilai dapat memengaruhi kualitas bahan makanan dan memperbesar risiko kerusakan maupun pencemaran.

Dudung menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis pemerintah yang harus dijalankan dengan serius dan profesional. Ia mengingatkan seluruh pihak pengelola agar tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, melainkan benar-benar mengutamakan keselamatan dan kualitas makanan bagi masyarakat.

Program MBG sendiri menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.

Karena itu, Dudung meminta seluruh dapur MBG di berbagai daerah mematuhi standar operasional yang telah ditetapkan, mulai dari kebersihan lingkungan, pengelolaan limbah, hingga tata cara penyimpanan bahan makanan.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan rutin terhadap dapur-dapur MBG agar kejadian serupa tidak kembali ditemukan di kemudian hari. Menurutnya, pengawasan harus dilakukan secara ketat karena program ini menyangkut kesehatan generasi muda.

Pemerintah, kata Dudung, tidak ingin program yang sejatinya bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak justru memunculkan persoalan baru seperti keracunan makanan akibat buruknya sanitasi dapur.

Sidak tersebut sekaligus menjadi evaluasi awal terhadap kesiapan fasilitas dapur MBG dalam mendukung pelaksanaan program nasional secara berkelanjutan. Pemerintah berharap seluruh pengelola dapat segera melakukan pembenahan agar standar keamanan pangan benar-benar diterapkan secara maksimal.

Temuan di Jakarta Barat ini pun menjadi peringatan bagi seluruh pengelola dapur MBG di Indonesia untuk lebih disiplin menjaga kebersihan, higienitas, serta sistem pengolahan makanan agar manfaat program dapat dirasakan masyarakat secara aman dan optimal.(wg)

Share This Article