Bapeltan Jateng Gelar Pelatihan Budidaya Tembakau, Libatkan 120 Petani dari Berbagai Daerah

3 Min Read

Jawa Tengah merupakan salah satu penyangga pangan nasional. Dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki, kita harus mampu mendukung kebutuhan pangan

TEMANGGUNG, DMNETWORK – Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jawa Tengah menggelar Pelatihan Budidaya Tembakau di Bapeltan Soropadan, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, pada 13 hingga 16 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti 120 petani dari berbagai kabupaten di Jawa Tengah sebagai upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di sektor pertanian.
Pelatihan dibagi ke dalam empat angkatan yang masing-masing berisi 30 peserta. Setiap angkatan terdiri atas perwakilan dari tiga kabupaten dengan jumlah 10 peserta dari setiap kabupaten.
Kepala Bapeltan Jawa Tengah, Novita Luh Widyastuti, SP., M.Si., mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas petani agar mampu mengembangkan budidaya tembakau secara lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.
Menurut Novita, Bapeltan yang berada di bawah Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah memiliki tugas meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan melalui berbagai program pelatihan.

“Jawa Tengah merupakan salah satu penyangga pangan nasional. Dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki, kita harus mampu mendukung kebutuhan pangan, tidak hanya untuk Jawa Tengah tetapi juga bagi provinsi lain. Karena itu, peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan menjadi sangat penting,” ujarnya.
Ia menjelaskan, komoditas tembakau merupakan salah satu komoditas unggulan di Jawa Tengah yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Karena itu, peserta tidak hanya dibekali teknik budidaya dari hulu hingga hilir, tetapi juga pengetahuan mengenai agribisnis dan kewirausahaan agar mampu meningkatkan nilai tambah dan daya saing hasil pertanian.
Selama empat hari pelatihan, peserta akan mengikuti pembelajaran di kelas, praktik lapangan, serta diskusi bersama para instruktur dan praktisi. Setelah kembali ke daerah masing-masing, peserta diharapkan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh sekaligus menjadi penggerak peningkatan kualitas budidaya tembakau di wilayahnya.
Pelatihan tahun ini terdiri atas empat angkatan, yang dibagi menjadi dua angkatan khusus petani milenial dan dua angkatan untuk peserta umum budidaya tembakau.
Dari DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Magelang, pelatihan diikuti langsung oleh Ketua DPD Sri Sumirat bersama tiga orang anggota. Sementara dari Wilayah Khusus Komunitas Adat Banokeling, Ketua DPD Aris Munandar juga tercatat sebagai peserta pelatihan.
Seluruh peserta dijadwalkan mengikuti rangkaian kegiatan secara penuh mulai 13 hingga 16 Juli 2026. Melalui pelatihan ini, mereka diharapkan dapat mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu yang diperoleh kepada petani lain di daerah masing-masing sehingga mampu mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas budidaya tembakau di Jawa Tengah.

Share This Article
error: Content is protected !!