Hari Ketiga Pencarian KM Virgo, SAR Perluas Area hingga Siapkan Pencarian Bawah Laut

4 Min Read
Kapal virgo yang kini masih dalam kondisi terbalik di perairan Jawa dan sudah bergeser 3 km dari posisi semula ( foto: dok)

Kapal ditemukan dalam kondisi terbalik di kedalaman sekitar 30 meter.

JAKARTA, DMNETWORK– Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban KM Virgo Transport 8 memasuki hari ketiga, Selasa (15/9/2026).

Tim SAR gabungan tidak hanya memperluas pencarian di permukaan laut, tetapi mulai menyiapkan pencarian bawah laut setelah bangkai kapal ditemukan dalam kondisi terbalik pada kedalaman sekitar 30 meter.

Berdasarkan data terakhir yang digunakan dalam operasi SAR, KM Virgo Transport 8 membawa 243 orang. Sebanyak 108 orang telah ditemukan selamat, enam orang meninggal dunia, sementara 129 orang lainnya masih dalam pencarian.

Pada Selasa dini hari, sebagian korban selamat masih dalam proses evakuasi menuju Banjarmasin. Sebanyak 22 korban sebelumnya berada di Kapal Cahaya Bahari dan kemudian dipindahkan melalui proses transfer ke KRI Nala sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan Kapal Kumai milik TNI AL.

- Iklan -
Ad imageAd image

Proses pemindahan korban sempat terkendala kondisi laut. Gelombang tinggi membuat proses transfer antarkapal berlangsung tidak mudah.

KRI Canopus dikerahkan

Memasuki hari ketiga, strategi pencarian mulai diarahkan ke bawah permukaan laut.

KRI Canopus-936 dikerahkan untuk membantu pencarian bangkai kapal dan korban di bawah laut. Kapal hidro-oseanografi TNI AL tersebut dilengkapi peralatan untuk pemetaan bawah laut, termasuk multibeam echo sounder dan remotely operated vehicle (ROV).

Penggunaan peralatan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi bangkai kapal sebelum penyelam diterjunkan.

Kondisi kapal yang terbalik serta cuaca dan arus laut menjadi pertimbangan keselamatan bagi penyelam. Karena itu, pencarian bawah laut dilakukan secara bertahap.

- Iklan -
Ad image

Tim perlu memetakan posisi bangkai kapal, memastikan kondisi struktur kapal, kemudian menentukan metode penyelaman yang paling aman.

Bangkai kapal bergeser

Dalam perkembangan pencarian, posisi bangkai KM Virgo Transport 8 diketahui bergeser sekitar 1,6 mil laut atau sekitar tiga kilometer ke arah barat dari posisi sebelumnya akibat arus laut.

Kapal ditemukan dalam kondisi terbalik di kedalaman sekitar 30 meter.

Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam pencarian korban. Tim SAR tidak dapat langsung memasuki badan kapal sebelum memastikan kondisi kapal dan lingkungan di sekitarnya aman bagi penyelam.

Selain risiko struktur kapal, kondisi arus dan gelombang juga menjadi faktor yang diperhitungkan dalam operasi bawah laut.

Area pencarian diperluas

Pada hari ketiga, operasi SAR juga diperluas. Sekitar 1.100 personel dikerahkan dengan dukungan 17 kapal serta 10 pesawat dan helikopter.

Area pencarian diperluas hingga sekitar 4.600 mil laut berdasarkan perkembangan operasi dan kemungkinan pergerakan korban maupun benda yang terbawa arus.

Perluasan wilayah dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan korban atau benda dari kapal telah berpindah dari lokasi awal kecelakaan.

Gelombang masih menjadi kendala

Kondisi cuaca laut masih menjadi salah satu faktor yang menghambat operasi.

Gelombang dilaporkan berada pada kisaran 1,75 hingga 2,5 meter. Kondisi tersebut membuat operasi penyelaman tidak dapat dilakukan secara sembarangan.

Karena itu, penggunaan ROV dan perangkat pemetaan bawah laut menjadi penting untuk mendapatkan gambaran kondisi di sekitar bangkai kapal sebelum penyelam melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

129 orang masih dicari

Hingga perkembangan terakhir pada Selasa (15/9/2026), belum ada perubahan terhadap data korban yang menjadi dasar operasi SAR.

Dari total 243 orang dalam manifes, sebanyak 108 orang telah ditemukan selamat, enam orang meninggal dunia, dan 129 orang masih dalam pencarian.

Operasi SAR hari ketiga masih berlangsung.

Jika pada hari pertama pencarian lebih banyak difokuskan pada korban yang kemungkinan masih berada di permukaan laut, kemudian diperluas pada hari kedua, maka pada hari ketiga tim SAR mulai menghadapi persoalan berbeda: mencari korban di sekitar maupun kemungkinan di dalam bangkai kapal yang berada sekitar 30 meter di bawah permukaan.

Penggunaan teknologi bawah laut menjadi langkah awal sebelum dilakukan tindakan lebih lanjut terhadap bangkai kapal dan pencarian di dalamnya.

Tim SAR masih menunggu kondisi yang memungkinkan untuk melakukan operasi bawah laut dengan tetap memperhitungkan keselamatan seluruh personel. (Rist)

Share This Article
error: Content is protected !!