PENAS KTNA XVII Gorontalo Jadi Titik Temu Petani dan Nelayan Indonesia Menuju Swasembada Pangan

3 Min Read
Stand Tani Merdeka Indonesia ikut ambil bagian dalam Penas KTNA di Gorontalo (foto: istimewa)
GORONTALO, DMNETWORK– Ribuan petani dan nelayan dari berbagai penjuru Indonesia mulai memadati Kabupaten Gorontalo, Sabtu (20/6/2026). Mereka datang untuk menghadiri Pekan Nasional (PENAS) XVII Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), forum terbesar yang mempertemukan pelaku utama sektor pertanian dan perikanan dari seluruh tanah air.

PENAS XVII tahun ini mengusung tema “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Program Swasembada Pangan guna Mewujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia Tahun 2045”. Tema tersebut mencerminkan tekad bersama untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan teknologi, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Sementara Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir pada puncak acara yang akan berlangsung pada 24 Juni mendatang.

Bagi para peserta, PENAS bukan sekadar agenda seremonial lima tahunan. Forum ini menjadi ruang bertemunya pengalaman lapangan, gagasan inovatif, serta berbagai kebijakan pemerintah yang berkaitan langsung dengan kehidupan petani dan nelayan.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat saling bertukar pengetahuan mengenai teknologi pertanian modern, sistem budidaya yang lebih efisien, penguatan kelembagaan petani, hingga strategi meningkatkan nilai tambah hasil produksi. Selain itu, berbagai aspirasi yang berkembang di tingkat akar rumput juga diharapkan dapat tersampaikan kepada pemerintah sebagai bahan penyusunan kebijakan yang lebih berpihak kepada petani dan nelayan.

Kehadiran ribuan peserta dari berbagai provinsi menjadikan PENAS XVII sebagai etalase besar pembangunan pertanian Indonesia. Beragam inovasi, produk unggulan daerah, teknologi pertanian, hingga peluang investasi dipamerkan dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung selama sepekan.

Dalam ajang tersebut, Tani Merdeka Indonesia (TMI) turut ambil bagian dengan menghadirkan stan pameran yang menampilkan berbagai program pemberdayaan petani serta kiprah organisasi dalam mendukung pembangunan pertanian nasional. Keikutsertaan TMI menjadi bagian dari upaya memperkenalkan gerakan petani yang selama ini aktif mengawal berbagai isu strategis pertanian, mulai dari akses pupuk, peningkatan produksi, hingga penguatan kesejahteraan petani.

Di tengah target besar pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan, forum KTNA menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, petani, nelayan, penyuluh, akademisi, dan dunia usaha. Dari Gorontalo, berbagai gagasan dan pengalaman lapangan diharapkan dapat menjadi bekal bersama dalam membangun sektor pertanian yang semakin maju, mandiri, dan berdaya saing.

Dengan semangat kolaborasi tersebut, kehadiran Tani Merdeka Indonesia di arena pameran PENAS XVII diharapkan dapat semakin memperkuat jaringan antarpetani serta mendorong lahirnya berbagai inovasi dan gagasan baru dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Berikut rangkaian kegiatan dan agenda penting yang akan berlangsung selama PENAS XVII KTNA 2026 di Gorontalo. Rist 
Share This Article