MAGELANG, DMNETWORK – Upaya mencetak generasi muda yang siap terjun di sektor pertanian terus dilakukan di Kabupaten Magelang. Pengurus Cabang Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPP NU) Kabupaten Magelang berkolaborasi dengan Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Provinsi Jawa Tengah menggelar Agri Training Camp (ATC) 2026 yang resmi dibuka pada Senin (22/6/2026).
Program ATC merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang difokuskan pada percepatan regenerasi petani. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen LPP NU Kabupaten Magelang dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Nahdliyin di bidang pertanian.
Untuk menjaring peserta, LPP NU menggandeng Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI NU) Kabupaten Magelang. Sebanyak 120 peserta dari kalangan santri berhasil diberangkatkan mengikuti pelatihan yang berlangsung selama empat hari, mulai 22 hingga 25 Juni 2026.
Menariknya, seluruh peserta merupakan santri mukim yang masih menempuh pendidikan tingkat SMA, MA, dan SMK di berbagai pondok pesantren. Mereka berasal dari SMK Syubbanul Wathon (API Asri Tegalrejo), MA Ma’arif Damarjati Kaliangkrik, MA Salafiyah Penjalinan Kajoran, serta sejumlah pesantren di Kota Magelang dan Kabupaten Purworejo.
Ketua panitia menyebutkan, kalangan pelajar dan santri sengaja dipilih sebagai sasaran utama agar wawasan agribisnis dan teknologi pertanian dapat dikenalkan sejak dini.
Kepala Bapeltan Provinsi Jawa Tengah, Novita Luh Widiyastuti, S.P., M.Si., yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap langkah LPP NU Kabupaten Magelang yang melibatkan ekosistem pesantren dalam program regenerasi petani.
“Kegiatan Agri Training Camp ini kami desain sebagai langkah nyata untuk memperkenalkan dunia pertanian kepada Gen Z sekaligus menjadi pilar penting bagi keberlanjutan regenerasi pertanian di Jawa Tengah,” ujarnya.
Menurut Novita, sektor pertanian modern saat ini tidak lagi identik dengan pekerjaan konvensional. Pertanian telah berkembang dengan dukungan teknologi dan menawarkan peluang ekonomi yang menjanjikan bagi generasi muda.
“Melalui program ini, kami ingin memberikan pengenalan dan edukasi pertanian secara komprehensif bagi para santri dengan metode pembelajaran yang seru dan menyenangkan. Kami ingin menunjukkan bahwa pertanian modern berbasis teknologi, adaptif, dan memiliki prospek masa depan yang cerah,” tambahnya.
Selama mengikuti pelatihan, para peserta akan memanfaatkan fasilitas Bapeltan Jawa Tengah untuk mempelajari berbagai aspek pertanian modern, mulai dari penerapan teknologi smart farming, praktik budidaya, hingga manajemen bisnis pertanian.
LPP NU Kabupaten Magelang berharap kegiatan ini mampu membuka cakrawala berpikir para santri mengenai pentingnya sektor pertanian. Melalui penguasaan teknologi dan inovasi, generasi muda pesantren diharapkan dapat menjadi pelopor ketahanan pangan sekaligus penggerak ekonomi berbasis agribisnis di masa depan.
Kolaborasi antara LPP NU Kabupaten Magelang dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini diharapkan melahirkan generasi petani muda yang inovatif, mandiri, dan siap berkontribusi bagi pembangunan pertanian nasional. (Nur sidiq)