TEMANGGUNG, DMNETWORK – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Rembang mengirimkan empat kader terbaiknya untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Tani Merdeka Indonesia Angkatan II yang diselenggarakan di Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Pringsurat, Kabupaten Temanggung.
Ketua DPD TMI Kabupaten Rembang, Moh. Haris Usman, mengatakan keikutsertaan para peserta merupakan bagian dari upaya organisasi dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus membangun kepemimpinan kader di tingkat daerah.
Empat peserta yang dipercaya mewakili Kabupaten Rembang adalah Sugeng Susanto, Untung Siswanto, Ali Santoso, dan Siti Yunarti. Mereka dipilih untuk mengikuti seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan yang dirancang guna meningkatkan kapasitas kader dalam memahami organisasi, kepemimpinan, serta pengabdian kepada masyarakat, khususnya petani.
Menurut Haris Usman, keempat peserta tersebut diharapkan mampu menjadi motor penggerak Tani Merdeka Indonesia setelah kembali ke Kabupaten Rembang. Pengetahuan, pengalaman, dan jejaring yang diperoleh selama mengikuti Diklat diharapkan dapat ditularkan kepada pengurus maupun anggota TMI hingga ke tingkat desa.
“Diklat ini bukan sekadar kegiatan pelatihan, tetapi merupakan proses pembentukan karakter kader. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap materi dengan baik dan nantinya menjadi pelopor dalam memperkuat organisasi serta mendampingi petani di Kabupaten Rembang,” ujarnya.
Diklat Tani Merdeka Indonesia Angkatan II di Jawa Tengah diikuti oleh perwakilan DPD dari berbagai kabupaten dan kota. Selama pelaksanaan Diklat, peserta mendapatkan pembekalan mengenai kepemimpinan organisasi, penguatan ideologi Tani Merdeka Indonesia, strategi pemberdayaan petani, hingga pembangunan jaringan organisasi yang solid.
Melalui keikutsertaan empat kader terbaik tersebut, DPD TMI Kabupaten Rembang menegaskan komitmennya untuk terus menyiapkan kader yang memiliki integritas, disiplin, dan kemampuan dalam mengawal berbagai program pemberdayaan petani. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur organisasi Tani Merdeka Indonesia agar semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat dan mampu memberikan manfaat nyata bagi petani di daerah. (Rist)