TEMANGGUNG, DMNETWORK – Menjelang penutupan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Jawa Tengah, suasana di Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Sabtu (4/7/2026) malam, dipenuhi semangat dan kedisiplinan para peserta.
Sejak selepas Salat Magrib, seluruh peserta diklat bergerak menuju titik yang telah ditentukan untuk mengikuti gladi resik. Berbagai rangkaian acara dipersiapkan secara detail, mulai dari tata upacara penutupan, penyambutan tamu kehormatan, pengaturan barisan, hingga prosesi penyalaan api unggun yang akan menjadi puncak acara.
Tidak terlihat suasana santai. Panitia dan peserta berulang kali menyempurnakan setiap tahapan agar seluruh prosesi berlangsung tertib, khidmat, dan mencerminkan karakter kader Tani Merdeka Indonesia yang disiplin serta siap menjalankan amanah organisasi.
Penutupan Diklat TMI Jawa Tengah dijadwalkan dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Pertanian RI sekaligus Ketua Dewan Pembina Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Sudaryono. Tokoh yang akrab disapa Mas Dar itu direncanakan tiba di Bapeltan Pringsurat sekitar pukul 20.30 WIB dan mengikuti rangkaian kegiatan hingga pukul 23.00 WIB.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir bersama seluruh Ketua DPD TMI se-Jawa Tengah.
Kehadiran jajaran pimpinan organisasi itu menjadi penutup rangkaian pendidikan kader yang selama beberapa hari digelar sebagai bagian dari penguatan organisasi hingga tingkat desa.
Bagi para peserta, gladi resik bukan sekadar latihan teknis menjelang seremoni. Kegiatan itu menjadi bagian dari proses pembentukan karakter. Setiap aba-aba dijalankan dengan penuh kesadaran, setiap formasi diperbaiki dengan teliti, dan setiap rangkaian acara dipastikan berjalan sesuai rencana. Disiplin yang ditunjukkan para peserta menjadi cerminan nilai-nilai yang dibangun selama mengikuti pendidikan.
Malam penutupan juga akan ditandai dengan penyalaan api unggun. Prosesi tersebut tidak hanya menjadi penanda berakhirnya Diklat TMI Jawa Tengah, tetapi juga melambangkan semangat yang terus menyala dalam diri setiap kader untuk mengabdi kepada petani Indonesia.
Api unggun menjadi simbol bahwa proses belajar telah usai, namun pengabdian baru saja dimulai. Dari Pringsurat, para kader diharapkan kembali ke daerah masing-masing dengan membawa semangat persatuan, kepemimpinan, dan keberpihakan kepada petani sebagai fondasi utama perjuangan Tani Merdeka Indonesia. (Ris)