JAKARTA – Peristiwa viral di media sosial yang memperlihatkan aksi debat antara mahasiswa dengan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono serta Menteri ATR/BPN Nusron Wahid di lingkungan kampus mendapat sorotan tajam. Pengamat Politik dari Universitas Siliwangi, Randi Muchariman, menilai ruang publik yang seharusnya menjadi wadah diskusi ilmiah justru bergeser menjadi debat kusir akibat dangkalnya kajian dari pihak mahasiswa.
”Ketika ada mahasiswa yang menantang untuk diskusi, ternyata itu bukan diskusi atau diskursus, melainkan debat kusir. Ini menunjukkan bahwa kajian dari mahasiswa itu sendiri dangkal,” ujar Randi dalam keterangannya, Rabu (17/6).
Menurut Randi, pejabat publik sudah semestinya siap hadir dan diuji di ruang-ruang publik, termasuk di lingkungan kampus. Kehadiran para menteri di kampus dianggap sebagai contoh yang baik untuk membuka ruang dialog. Namun, ia menyayangkan respons mahasiswa yang dinilai kurang natural dan diduga ditunggangi oleh kepentingan tertentu.
”Kalau kita berbicara lebih jauh, pasti ada permainan kepentingan, baik disadari atau tidak, ada dominasi, hegemonis, dan seterusnya. Tapi singkatnya, yang menang dari dinamika ini adalah kedua menteri tersebut. Ini menaikkan citra positif dari pemerintahan dan kepemimpinan Prabowo,” tambah pendiri Chanel Youtube Akal Politik tersebut.
Sebagai akademisi, Randi juga menyampaikan otokritik terhadap dunia kepengasuhan di perguruan tinggi. Fenomena ini menjadi alarm bagi para dosen dalam mengevaluasi proses pendidikan dan pelatihan bagi mahasiswa.
”Saya sebagai dosen ikut merasa gagal ketika melihat mahasiswa seperti itu. Ini menjadi otokritik bahwa dalam mendidik dan melatih mahasiswa, kita masih memiliki banyak pekerjaan rumah (PR),” pungkas Randi. (Thoha)