SUKOHARJO, DMNETWORK — Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Sukoharjo, Nicolaus Roni Setiawan, mendorong pengembangan konsep integrated farming atau pertanian terpadu sebagai model pemberdayaan masyarakat sekaligus penguatan ketahanan pangan di tingkat desa.
Menurut Roni, konsep pertanian terpadu tidak hanya berfokus pada produksi hasil pertanian maupun peternakan semata, tetapi juga mengintegrasikan seluruh potensi yang dimiliki masyarakat agar dapat saling mendukung dan memberikan nilai tambah ekonomi.
“Integrated farming dalam rangka memanfaatkan lahan yang dilakukan oleh DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sukoharjo diharapkan dapat menjadi contoh bagi anggota Tani Merdeka dari daerah lain. Yang terpenting adalah bagaimana keberadaan proyek percontohan ini bisa memberi manfaat bagi warga sekitar,” kata Roni saat menerima kunjungan Ketua Umum DPP Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir di kawasan wisata edukasi peternakan Java Saloon, Desa Tepisari, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Rabu (10/6/2026).
Roni menjelaskan, konsep pertanian terpadu memungkinkan berbagai sektor usaha saling terhubung dalam satu ekosistem. Limbah peternakan dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik untuk pertanian, hasil pertanian dapat digunakan sebagai pakan ternak, sementara sektor wisata edukasi menjadi sarana promosi sekaligus pembelajaran bagi masyarakat.
Menurut dia, keberhasilan sebuah proyek pertanian tidak hanya diukur dari hasil produksi, tetapi juga dari sejauh mana keberadaannya mampu menciptakan manfaat ekonomi dan sosial bagi lingkungan sekitar.
Karena itu, pihaknya berupaya melibatkan masyarakat dalam setiap pengembangan usaha yang dilakukan. Mulai dari sektor peternakan, pertanian, pengolahan hasil produksi, hingga kegiatan wisata edukasi yang selama ini banyak dikunjungi pelajar dan mahasiswa.
“Kami ingin potensi warga kampung ikut bergerak. Ada yang bisa terlibat di sektor peternakan, pertanian, penyediaan pakan, pengolahan hasil, sampai kegiatan wisata. Tujuannya agar semua terintegrasi dengan baik dan manfaat ekonominya bisa dirasakan bersama,” ujarnya.
Roni menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak kawasan percontohan pertanian terpadu yang mampu menunjukkan bahwa sektor pangan dapat berkembang secara berkelanjutan sekaligus menjadi sumber kesejahteraan masyarakat desa.
Melalui model yang dikembangkan DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sukoharjo, ia berharap anggota Tani Merdeka di berbagai daerah dapat mengadopsi konsep serupa sesuai dengan potensi wilayah masing-masing.
“Setiap daerah memiliki keunggulan yang berbeda. Ada yang kuat di pertanian, peternakan, perikanan, atau perkebunan. Yang penting adalah bagaimana seluruh potensi itu dapat diintegrasikan menjadi kekuatan ekonomi baru yang mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Roni.
Menurut dia, semangat gotong royong dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan konsep integrated farming. Dengan demikian, pertanian tidak hanya menjadi urusan petani, tetapi menjadi gerakan bersama yang mampu menggerakkan ekonomi desa secara menyeluruh. (Rist)