Anggota Tani Merdeka Kembangkan Wisata Edukasi Peternakan, Dukung Ketahanan Pangan dan Regenerasi Peternak

3 Min Read
Don Muzakir ketika berkunjung di demlot pertanian DPD Sukoharjo

SUKOHARJO, DMNETWORK — Ketua Umum DPP Tani Merdeka Indonesia (TMI) Don Muzakir melakukan kunjungan ke kawasan wisata edukasi peternakan Java Saloon di Desa Tepisari, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Rabu (10/6/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong anggota Tani Merdeka mengembangkan usaha produktif yang mendukung program ketahanan pangan nasional.

Java Saloon dikelola oleh Nicolaus Roni Setiawan, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sukoharjo yang juga menjabat Ketua Komisi I DPRD Sukoharjo dari Partai Gerindra. Kawasan tersebut memadukan peternakan produktif dengan wisata edukasi yang terbuka bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.

Di lahan seluas sekitar satu hektar, pengunjung dapat mengenal berbagai jenis ternak, mulai dari kuda, kambing perah etawa, hingga rencana pengembangan peternakan ayam petelur berkapasitas 1.000 ekor.

- Iklan -
Ad imageAd image

Salah satu daya tarik utama kawasan tersebut adalah peternakan kuda dengan kapasitas kandang mencapai 16 ekor. Saat ini telah lahir 10 ekor anakan kuda hasil pengembangbiakan. Beberapa di antaranya merupakan ras unggulan Sandle dan Kapege asal Sumbawa serta hasil persilangan dengan ras dari Italia dan Finlandia.

Selain itu, tersedia pula kandang kambing dengan kapasitas antara 200 hingga 300 ekor yang menjadi sarana pembelajaran bagi pengunjung mengenai budidaya peternakan modern.

“Yang datang ke sini sebagian besar anak-anak sekolah dan mahasiswa. Mereka belajar mengenal hewan, cara pemeliharaan, hingga peluang usaha di bidang peternakan,” ujar Roni.

Dalam kunjungan tersebut, Don Muzakir didampingi Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah, Wawan Pramono. Keduanya meninjau langsung fasilitas peternakan sekaligus berdiskusi mengenai pengembangan demplot atau kawasan percontohan yang dapat menjadi pusat pembelajaran bagi anggota Tani Merdeka.

Wawan Pramono menegaskan bahwa setiap Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Tani Merdeka perlu memiliki demplot sesuai potensi daerah masing-masing, baik di bidang pertanian, peternakan, perikanan, maupun perkebunan.

- Iklan -
Ad image

“Contoh seperti di sini bahwa kandang ini manfaatnya banyak sekali dalam mengedukasi calon-calon peternak masa depan. Karena itu kami mendorong agar setiap DPC memiliki demplot yang bisa menjadi pusat pembelajaran sekaligus penggerak ekonomi masyarakat,” kata Wawan.

Menurut Don Muzakir, model usaha yang dikembangkan di Java Saloon menunjukkan bahwa sektor peternakan dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Selain menghasilkan nilai ekonomi, keberadaan wisata edukasi peternakan juga berperan mengenalkan dunia pertanian dan peternakan kepada generasi muda.

“Kita membutuhkan lebih banyak pusat edukasi seperti ini. Anak-anak dapat mengenal dunia peternakan sejak dini, sementara masyarakat memperoleh inspirasi untuk mengembangkan usaha produktif yang mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Don.

Sementara itu, Nicolaus Roni Setiawan mengaku merasa terhormat atas kunjungan Ketua Umum DPP Tani Merdeka Indonesia beserta jajaran pengurus ke kawasan wisata edukasi peternakan yang dikelolanya.

Ia berharap Java Saloon dapat berkembang menjadi pusat edukasi peternakan, destinasi wisata keluarga, sekaligus model pemberdayaan ekonomi masyarakat yang mampu melahirkan peternak-peternak muda di Kabupaten Sukoharjo dan sekitarnya.

Share This Article