Pdt. David Harold Waromi Ajak Keluarga Besar Ambai Bersatu Bangun Papua Melalui “Merama Taminohi Tatampi Ruhuyai”

3 Min Read
Pdt. David Harold Waromi, saat bersama keluarga besar Ambai bersatu (foto: David)

Bersatu Membangun Papua yang Damai, Berdaya, dan Bermartabat dalam Kasih dan Kebenaran

JAYAPURA, DMNETWORK – Anggota DPD RI, Pdt. David Harold Waromi, menginisiasi pertemuan keluarga besar Ambai melalui kegiatan bertajuk “Merama Taminohi Tatampi Ruhuyai” di Graha Sara Sinode GKI di Tanah Papua, Selasa (21/7/2026).
Dalam bahasa Ambai, Merama Taminohi Tatampi Ruhuyai bermakna ajakan untuk berkumpul, duduk bersama, makan bersama, serta saling berbagi cerita tentang kebaikan Tuhan.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Bersatu Membangun Papua yang Damai, Berdaya, dan Bermartabat dalam Kasih dan Kebenaran”, serta dihadiri masyarakat asal Kepulauan Ambai, Kabupaten Kepulauan Yapen, yang kini bermukim di berbagai daerah di Papua.
Suasana kekeluargaan terasa sejak awal kegiatan. Sebanyak 30 remaja putra dan putri Ambai terlibat sebagai pelayan acara bersama perwakilan dari berbagai Kereth (marga). Para tamu juga disuguhi hidangan tradisional berbahan dasar sagu, seperti sinoli, yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Ambai.
Waromi mengatakan, pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk mempererat kembali hubungan antarkeluarga besar Ambai yang selama ini tersebar di berbagai wilayah.
“Yang hadir hari ini mungkin baru sebagian. Namun kami sudah menyebarkan undangan, dan ke depan kami berharap semua keluarga dari 19 keret di Kepulauan Ambai bisa bergabung,” kata Waromi.
Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan pertemuan perdana yang diharapkan dapat menjadi tradisi kebersamaan secara berkelanjutan.
Ia berharap semangat yang dibangun keluarga besar Ambai dapat menginspirasi komunitas-komunitas lain di Tanah Papua untuk menggelar kegiatan serupa.
“Ini baru pertama kali kita berkumpul. Ke depan, kita ingin keluarga besar bisa terus bertemu. Kalau keluarga dari Biak, Port Numbay, Keerom, atau Sarmi juga bisa melakukan hal yang sama, maka budaya kebersamaan ini akan semakin kuat,” ujarnya.
Waromi menilai, memperkuat hubungan kekeluargaan menjadi salah satu modal sosial penting dalam mendukung pembangunan Papua yang damai dan harmonis.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai ajang silaturahmi, tetapi mampu melahirkan gagasan dan kolaborasi nyata untuk kemajuan masyarakat Papua.
“Kita berharap setelah kegiatan ini muncul ide-ide baru. Para tokoh agama dan tokoh masyarakat bisa memberikan arahan, sehingga ke depan kita punya langkah bersama untuk membangun keluarga yang kuat dan Papua yang damai,” ucapnya.***
Share This Article
error: Content is protected !!