Warga Kabupaten Magelang Terima Bantuan Pangan, Sri Sumirat: “Saya Masih Bingung, Tahu Saja Pemerintah Kalau Saya Tinggal di Kampung Ini”

3 Min Read
Antrian sembako di aula kantor desa Pasuruhan kecamatan Mertoyudan kabupaten Magelang.
MAGELANG, DMNETWORK – Warga di sejumlah desa di Kabupaten Magelang mulai menerima bantuan pangan yang disalurkan pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) bekerja sama dengan Perum Bulog, Selasa (2/6/2026). Bantuan tersebut disalurkan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan masyarakat.
Sejak pagi, warga mendatangi balai desa dan lokasi penyaluran yang telah ditentukan dengan membawa undangan dan kartu identitas untuk proses verifikasi. Berdasarkan undangan yang diterima warga, bantuan yang disalurkan merupakan alokasi Februari hingga Maret 2026.
Setiap penerima manfaat memperoleh bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Bantuan tersebut disambut antusias masyarakat karena dinilai mampu membantu memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga.
Salah satu penerima manfaat, Sri Sumirat, mengaku terkejut sekaligus bersyukur namanya tercatat sebagai penerima bantuan. Padahal, hingga kini dirinya masih memiliki KTP beralamat di Bogor.
“Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah, khususnya Presiden Prabowo, karena bantuan ini sangat membantu kebutuhan sehari-hari. Yang membuat saya heran sekaligus senang, KTP saya masih Bogor, tetapi nama saya tetap tercatat sebagai penerima bantuan di kampung ini. Saya masih bingung, tahu saja pemerintah kalau saya tinggal di sini,” ujar Sri Sumirat sambil tersenyum.
Menurutnya, bantuan pangan tersebut sangat berarti di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus meningkat. Beras dan minyak goreng yang diterimanya dapat membantu mengurangi pengeluaran keluarga dalam beberapa waktu ke depan.
Penerima manfaat lainnya, Sutrisno (54), menilai program bantuan pangan menunjukkan kehadiran negara dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Beras dan minyak goreng adalah kebutuhan pokok yang selalu dibutuhkan keluarga. Bantuan seperti ini menunjukkan bahwa pemerintah hadir dan peduli terhadap masyarakat kecil. Kami merasakan manfaatnya secara langsung,” kata Sutrisno.
Sementara itu, Siti Aminah (47) mengatakan bantuan pangan tidak hanya membantu kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat terkait ketersediaan bahan pokok.
“Menurut saya, perhatian pemerintah terhadap ketahanan pangan masyarakat sangat penting. Bantuan ini bukan hanya soal beras dan minyak goreng, tetapi juga memberikan rasa tenang bagi keluarga karena kebutuhan pokok bisa terpenuhi. Kami berterima kasih atas kepedulian pemerintah terhadap pangan bangsa,” ujarnya.
Program bantuan pangan yang dikoordinasikan Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pangan pokok tetap dapat diakses oleh kelompok rentan. Pemerintah berharap bantuan yang diberikan dapat diterima tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat penerima.
Share This Article