SURABAYA, DMNETWORK — Ketua Harian DPP Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Don Muzakir menegaskan bahwa pembentukan komisariat pasar merupakan fondasi penting dalam membangun kekuatan pedagang pasar tradisional di Indonesia.
Penegasan itu disampaikan Don Muzakir saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) dan Pengukuhan Pengurus APPSI DPD Kota Surabaya yang dirangkaikan dengan pengukuhan 10 komisariat pasar di Surabaya, Kamis (11/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Don Muzakir yang hadir mewakili Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono selaku Ketua Dewan Pembina APPSI memberikan apresiasi kepada jajaran DPD APPSI Kota Surabaya yang dinilai berhasil melakukan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat pasar.
Menurut Don, keberhasilan membentuk komisariat di setiap pasar menunjukkan keseriusan APPSI Surabaya dalam menghimpun dan memberdayakan para pedagang pasar tradisional. Langkah tersebut dinilai sebagai tahapan penting agar organisasi tidak hanya hadir di tingkat kepengurusan kota, tetapi benar-benar hidup di tengah aktivitas pedagang sehari-hari.
“Organisasi yang kuat adalah organisasi yang hadir sampai ke akar rumput. Komisariat pasar menjadi ruang perjuangan sekaligus ruang pemberdayaan bagi para pedagang,” ujar Don Muzakir.
Sebanyak 10 komisariat pasar yang dikukuhkan meliputi Pasar Bunga Kayoon, Pasar Bunga Bratang, Pasar Kaputran Utara, Pasar Genteng, Pasar Pucang Anom, Pasar Wonokromo, Pasar Pabean, Pasar Tambahrejo, Pasar Blauran Baru, dan Pasar Kapasan.
Masing-masing komisariat akan dipimpin oleh koordinator pasar yang bertugas menjembatani kebutuhan pedagang dengan organisasi serta memperkuat komunikasi antaranggota di lapangan.
Don Muzakir menegaskan, setiap pelaksanaan Musda, deklarasi, maupun pengukuhan pengurus APPSI di berbagai daerah selalu membawa komitmen yang sama, yakni memperkuat posisi pedagang pasar tradisional sebagai salah satu pilar utama ekonomi rakyat.
Karena itu, pembentukan struktur organisasi hingga tingkat pasar menjadi agenda yang terus didorong oleh DPP APPSI. Dengan struktur yang kuat, berbagai program pemberdayaan, perlindungan usaha, akses permodalan, peningkatan kapasitas pedagang, hingga advokasi kebijakan dapat dijalankan secara lebih efektif.
Bagi Don Muzakir, pasar tradisional bukan sekadar tempat transaksi ekonomi. Pasar merupakan ruang sosial yang menghidupi jutaan keluarga dan menjadi bagian penting dari denyut perekonomian nasional. Oleh sebab itu, keberadaan organisasi pedagang yang kuat menjadi kebutuhan strategis dalam menghadapi perubahan zaman dan persaingan usaha yang semakin ketat.
Ia menilai langkah APPSI Surabaya membentuk 10 komisariat pasar sekaligus merupakan salah satu capaian penting yang dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun organisasi berbasis komunitas pedagang.
“Ketika pedagang bersatu dalam organisasi yang kuat, mereka tidak hanya menjadi pelaku ekonomi, tetapi juga menjadi kekuatan sosial yang mampu memperjuangkan kepentingan pasar rakyat secara berkelanjutan,” kata Don.
Melalui Musda dan pengukuhan tersebut, APPSI Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jaringan organisasi hingga ke tingkat pasar sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian dan kesejahteraan pedagang pasar tradisional di Kota Pahlawan. (Rist)