Pembangunan 93 Sekolah Rakyat Capai 78,75 Persen, Ditargetkan Beroperasi pada Tahun Ajaran Baru

2 Min Read
Pembangunan sekolah rakyat dikebut, target tahun ajaran baru 2026 bisa ditempati (foto: istimewa)

JAKARTA, DMNETWORK – Pemerintah terus mempercepat pembangunan 93 Sekolah Rakyat permanen sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga rentan. Hingga saat ini, progres konstruksi telah mencapai 78,75 persen dan ditargetkan rampung sehingga dapat digunakan pada tahun ajaran baru yang dimulai pada Juli mendatang.

Program Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan kesempatan belajar yang lebih merata bagi peserta didik yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan akibat kondisi sosial dan ekonomi keluarganya.

Data terbaru menunjukkan jumlah bakal calon siswa yang telah terjangkau program ini mencapai 48.975 orang. Angka tersebut melampaui kuota awal yang ditetapkan, yakni 32.640 siswa.

Pada tahun ajaran 2026/2027, pemerintah menargetkan sebanyak 178 Sekolah Rakyat beroperasi di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut terdiri atas 93 sekolah permanen, 77 sekolah rintisan yang dibangun pada 2025, serta 8 sekolah rintisan baru pada 2026.

Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat pemerataan pendidikan nasional dengan memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan yang layak dan berkualitas, tanpa dibatasi oleh kondisi ekonomi keluarga.

- Iklan -
Ad imageAd image

Melalui pengembangan Sekolah Rakyat, pemerintah berharap semakin banyak anak Indonesia dapat mengakses pendidikan yang menjadi fondasi penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membuka peluang untuk meraih masa depan yang lebih baik. (Rist)

Share This Article