GORONTALO, DMNETWORK – Modernisasi pertanian menjadi salah satu fokus yang disampaikan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono saat menghadiri Pekan Nasional KTNA XVII di Gorontalo.
Menurutnya, penguatan sektor pangan harus ditopang oleh infrastruktur dan teknologi yang memadai.
Sudaryono menjelaskan bahwa pemerintah terus mendorong perbaikan jaringan irigasi sebagai penyangga utama produktivitas lahan pertanian. Ketersediaan air yang stabil dinilai menjadi faktor penting untuk meningkatkan intensitas tanam sekaligus mengurangi risiko gagal panen.
Selain irigasi, pemerintah juga memperluas distribusi benih unggul dan mempercepat pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja petani sekaligus menekan biaya produksi.
Ia menilai, kombinasi antara teknologi, sarana produksi yang memadai, dan partisipasi aktif petani menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono kembali menegaskan bahwa peningkatan luas tanam dan produktivitas harus berjalan beriringan. Dengan strategi tersebut, produksi nasional diharapkan terus meningkat sehingga kebutuhan pangan masyarakat dapat dipenuhi dari hasil pertanian dalam negeri.
PENAS KTNA XVII pun menjadi ruang konsolidasi bagi pemerintah dan pelaku pertanian untuk memperkuat komitmen bersama membangun sektor pangan yang tangguh, adaptif terhadap perubahan, dan mampu menopang ketahanan pangan nasional di masa mendatang. (Rist)