Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia se-Jawa Tengah Berkumpul di Temanggung, Siapkan Kader Militan Lewat Diklat Bapeltan Angkatan II

3 Min Read
Seluruh ketua DPD TMI SE Jawa Tengah, berkumpul bersama dalam rangka melanjutkan kaderisasi TMI Jawa tengah yang militan (joashua)

TEMANGGUNG, DMNETWORK – Seluruh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) se-Jawa Tengah mulai berkumpul di Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jawa Tengah di Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, sejak Kamis (2/7/2026) malam. 

Kehadiran mereka menandai dimulainya rangkaian Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Tani Merdeka Indonesia Gelombang II yang akan berlangsung hingga 5 Juli 2026.

Setiap DPD kabupaten mengirimkan empat kader inti sebagai peserta diklat. Mereka merupakan kader-kader pilihan yang dipersiapkan menjadi penggerak organisasi di daerah sekaligus calon pelatih bagi kaderisasi Tani Merdeka Indonesia pada jenjang berikutnya.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari Diklat Gelombang I yang sebelumnya diselenggarakan di BRMPertanian Ciawi, Bogor. Jika pelatihan pertama berfokus pada pembentukan fondasi kepemimpinan organisasi, maka gelombang kedua diarahkan pada penguatan kapasitas kader di tingkat daerah agar proses kaderisasi dapat menjangkau hingga tingkat koordinator desa (Kordes).

- Iklan -
Ad imageAd image

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah, Wawan Pramono, meminta seluruh Ketua DPD tidak hanya mengantarkan peserta, tetapi juga mendampingi kader-kader yang mereka kirim selama proses pelatihan berlangsung.

“Diklat ini bukan sekadar agenda pelatihan. Ketua DPD harus hadir mendampingi kader-kader terbaiknya selama tiga hari ini agar proses kaderisasi benar-benar berhasil. Setelah kembali ke daerah, mereka harus menjadi kader yang militan, mampu menggerakkan organisasi, dan menularkan ilmunya kepada kader-kader berikutnya,” ujar Wawan dalam pengarahan kepada para Ketua DPD.

Menurut Wawan, peserta yang pernah mengikuti Diklat Angkatan I memiliki tanggung jawab lebih besar. Mereka diharapkan menjadi contoh sekaligus mentor dalam setiap pelaksanaan diklat selanjutnya sehingga kualitas kader Tani Merdeka Indonesia terus meningkat secara berjenjang.

“Ilmu yang diperoleh jangan berhenti pada diri sendiri. Harus diwariskan, dipraktikkan, dan ditukarkan dalam setiap pelatihan berikutnya sampai ke tingkat koordinator desa. Dengan cara itulah organisasi akan memiliki sistem kaderisasi yang kuat,” katanya.

Pengarahan tersebut turut dihadiri Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan langsung terhadap penguatan struktur organisasi di Jawa Tengah yang selama ini menjadi salah satu basis utama gerakan Tani Merdeka Indonesia.

- Iklan -
Ad image

Dalam kesempatan itu, Wawan juga menekankan pentingnya menjaga soliditas antarketua DPD. Menurutnya, kekompakan pengurus di Jawa Tengah akan menjadi teladan bagi pengurus Tani Merdeka Indonesia di berbagai provinsi lain.

“Jawa Tengah harus menjadi contoh. Kekompakan para Ketua DPD bukan hanya untuk kepentingan wilayah ini, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh pengurus Tani Merdeka Indonesia di Indonesia. Organisasi yang besar lahir dari kader yang disiplin, solid, dan memiliki tujuan perjuangan yang sama,” ujarnya.

Melalui Diklat Gelombang II ini, Tani Merdeka Indonesia menargetkan lahirnya kader-kader yang tidak hanya memahami organisasi, tetapi juga mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian, memperkuat pendampingan petani, serta membangun jaringan organisasi hingga ke tingkat desa secara berkelanjutan. (Rist)

Share This Article