Turba Perdana ke Sragen, Ketua DPW TMI Jateng Perkuat Konsolidasi hingga Siapkan Pengembangan Usaha DPD

4 Min Read
Ketua DPW TMI Jawa tengah, Wawan Pramono di saat kunjungannya ke DPD TMI kabupaten Sragen, yang disambut langsung oleh Setyo, ketua DPD TMI Sragen (foto: istimewa)

Turba ini menjadi ruang untuk mendengar secara langsung aspirasi teman-teman DPD

SRAGEN, DMNETWORK – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Jawa Tengah, Wawan Pramono, SE memulai rangkaian kunjungan kerja ke daerah dengan menyambangi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) TMI Kabupaten Sragen, Jumat (10/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi awal dari agenda turun ke bawah (turba) yang akan dilaksanakan secara berkala ke seluruh DPD TMI di Jawa Tengah.

Turba tidak sekadar menjadi agenda seremonial organisasi, melainkan sarana membangun komunikasi dua arah antara pengurus wilayah dan pengurus daerah. Melalui kunjungan langsung, DPW dapat melihat kondisi riil organisasi, memetakan potensi yang dimiliki masing-masing daerah, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang memerlukan dukungan di tingkat wilayah.

Ketua DPW TMI Jawa Tengah Wawan Pramono mengatakan, penguatan organisasi tidak cukup dilakukan melalui rapat atau komunikasi daring. Menurutnya, kepemimpinan organisasi harus hadir di tengah pengurus daerah agar setiap persoalan dapat dipahami berdasarkan kondisi lapangan.

- Iklan -
Ad imageAd image

“Turba ini menjadi ruang untuk mendengar secara langsung aspirasi teman-teman DPD. Kami ingin hubungan antara DPW dan DPD tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga emosional dan produktif. Dari kunjungan ini kami bisa mengetahui kebutuhan setiap daerah, potensi yang dapat dikembangkan, sekaligus persoalan yang harus segera dicarikan solusi bersama,” ujar Wawan.

Ia menambahkan, agenda turba akan menjadi kegiatan rutin setiap pekan dengan melibatkan jajaran Ketua, Sekretaris, Bendahara (KSB) maupun Bidang Organisasi dan Kaderisasi (OKK) DPW TMI Jawa Tengah.

Menurut Wawan, setiap kabupaten memiliki karakter sosial, budaya, dan geografis yang berbeda. Karena itu, pendekatan pembinaan organisasi juga tidak dapat disamaratakan.

“Jawa Tengah memiliki bentang wilayah yang sangat beragam. Ada daerah pertanian sawah, pegunungan, kawasan hortikultura, hingga sentra peternakan dan perikanan. 

Semua memiliki kekuatan yang berbeda. DPW harus memahami karakter itu agar program yang dijalankan benar-benar sesuai kebutuhan daerah,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan DPW juga meninjau sebuah lokasi yang direncanakan menjadi pusat pengembangan usaha bersama DPD TMI Kabupaten Sragen. Lokasi itu diproyeksikan menjadi salah satu embrio kegiatan ekonomi organisasi yang dapat memberikan manfaat bagi anggota sekaligus memperkuat kemandirian TMI di tingkat daerah.

- Iklan -
Ad image

Ketua DPD TMI Kabupaten Sragen, Setyo, menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran pengurus wilayah memberikan semangat baru bagi jajaran DPD karena tidak hanya membawa arahan organisasi, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

“Kami merasa diperhatikan.” Kata Setyo ketua DPD TMI kabupaten Sragen. “Kehadiran Ketua DPW memberikan motivasi bagi pengurus daerah untuk semakin aktif. Yang lebih penting lagi, kami bersama-sama melihat langsung lokasi yang berpotensi dikembangkan menjadi unit usaha TMI Sragen. Harapannya, ini menjadi langkah awal membangun kemandirian organisasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota,” kata Setyo.

Bagi TMI Jawa Tengah, konsep turba memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kunjungan kerja. Secara organisasi, turba merupakan upaya memperpendek jarak antara pengambil kebijakan di tingkat wilayah dengan pelaksana program di daerah. Secara budaya, turba mencerminkan tradisi kepemimpinan yang mengedepankan musyawarah, kedekatan, dan semangat gotong royong. Sementara dari sisi geografis, turba menjadi cara memahami keragaman potensi pertanian dan karakter wilayah Jawa Tengah yang tidak dapat dipetakan hanya melalui laporan administrasi.

Melalui kunjungan langsung tersebut, DPW berharap setiap kebijakan yang disusun benar-benar lahir dari kebutuhan daerah. Dengan demikian, konsolidasi organisasi dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi anggota melalui pengembangan usaha yang sesuai dengan potensi lokal masing-masing DPD. (Rist)

Share This Article