Selain mengecek menu, Sudaryono masuk ke ruang penyimpanan bahan baku
BOGOR, DMNETWORK – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memberikan perhatian khusus terhadap menu makanan saat melakukan inspeksi mendadak di SPPG Pasir Kuda 3, Kota Bogor, Jumat (24/7/2026) dini hari.
Ketika melihat proses memasak telur, ia langsung menghampiri salah seorang juru masak.
“Ini telurnya mau dibuat apa?” tanya Sudaryono.
“Dadar, Pak,” jawab relawan dapur.
Sudaryono kemudian menggeleng pelan.
“Kalau bisa jangan didadar. Lebih baik direbus utuh atau diceplok.”
Kepala SPPG kemudian bertanya mengenai alasan perubahan tersebut.
“Kenapa begitu, Pak?”
Sudaryono menjelaskan bahwa telur utuh akan memudahkan pengawasan.
“Kalau direbus atau diceplok, satu telur untuk satu anak. Tidak ada perbedaan ukuran. Semua mendapat hak yang sama.”
Arahan itu langsung dicatat oleh Kepala SPPG.
“Siap Pak, mulai besok akan kami sesuaikan.”
Selain mengecek menu, Sudaryono masuk ke ruang penyimpanan bahan baku.
Ia melihat layar pengatur suhu pendingin.
“Suhunya berapa sekarang?”
“Tiga derajat, Pak.”
“Lembapnya juga dicek ya. Jangan sampai sayur dan daging cepat rusak.”
Ia menegaskan bahwa menjaga kualitas bahan baku sama pentingnya dengan memasak makanan.
“Kita jangan hanya berpikir makanan enak. Yang lebih penting adalah aman.”
Sebelum meninggalkan ruangan, Sudaryono kembali mengingatkan seluruh petugas.
“Kalau dapurnya bersih, bahan bakunya baik, insyaallah makanan yang diterima anak-anak juga berkualitas.”***