Dari Anak Kampung Grobogan ke Panggung Publik: Sudaryono dan Sikap Tenangnya di Tengah Ricuh Forum UGM

2 Min Read
Mas Dar yang dari kampung ke kabinet merah putih (foto: Arist)

DMNETWORK – Terlahir dari keluarga sederhana di pedesaan, sosok Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, kini menjelma menjadi figur muda yang dikenal luas di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Sudaryono lahir di Grobogan, Jawa Tengah, pada 23 Januari 1985. Ia tumbuh dan dibesarkan di Dusun Mangunrejo, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, sebuah kawasan pedesaan yang lekat dengan kehidupan masyarakat kecil dan kultur agraris. Latar belakang itulah yang disebut banyak membentuk karakter Sudaryono hingga dikenal dekat dengan dunia pertanian dan kehidupan wong cilik.
Pascakejadian dialog di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada beberapa hari silam, nama Sudaryono justru banyak menuai pujian dari publik. Ketenangannya saat menghadapi situasi panas dinilai menunjukkan sikap elegan dan dewasa dalam merespons tekanan di ruang terbuka.
Saat itu, Sudaryono hadir dalam forum dialog dan diskusi bersama Nusron Wahid dan Budiman Sudjatmiko. Forum yang awalnya dirancang sebagai ruang diskusi kebangsaan dengan tema Pancasila sebagai pemersatu bangsa tersebut mendadak ricuh setelah sekelompok mahasiswa melakukan aksi orasi, naik ke mimbar, dan memicu kegaduhan di tengah jalannya acara.
Situasi yang semakin sulit dikendalikan membuat acara akhirnya dihentikan setelah hampir 40 menit berlangsung. Namun kericuhan rupanya tidak berhenti di dalam gedung. Sejumlah mahasiswa terus menghadang rombongan Wakil Menteri Pertanian hingga terjadi penghentian di tengah jalan dan berubah menjadi forum diskusi lesehan di area luar kampus.
Dalam situasi itu, Sudaryono memilih tetap tenang. Ia duduk lesehan bersama mahasiswa, mendengarkan tuntutan dan pertanyaan yang dilontarkan. Dengan gaya santai namun tetap elegan, ia mencoba menjawab satu per satu pertanyaan yang muncul.
Hanya saja, beberapa kali penjelasan yang disampaikan Sudaryono terpotong oleh teriakan, hujatan, hingga makian dari sebagian peserta aksi. Meski demikian, Sudaryono tetap terlihat menahan emosi dan tidak terpancing suasana.
Justru dari peristiwa mediasi banyak warganet menaruh simpati. Berbagai potongan video yang tersebar di sejumlah platform media sosial memperlihatkan bagaimana Sudaryono tetap duduk tenang di tengah tekanan dan luapan emosi massa mahasiswa. Sikap itu dinilai banyak netizen sebagai bentuk kedewasaan dalam menghadapi perbedaan pendapat dan kritik di ruang publik.(gk)

Share This Article