SUKOHARJO, DMNETWORK — Suasana pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Pengukuhan Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Sukoharjo berlangsung meriah di Taman Budaya Suryani, Gayam, Sukoharjo, Rabu (10/6/2026).
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir bersama Ketua DPW TMI Jawa Tengah Wawan Pramono dan Ketua DPD TMI Kabupaten Sukoharjo Nicolaus Roni Setiawan mendapat sambutan istimewa dari kelompok Reog Ponorogo “Gembong Kertojoyo”.
Begitu memasuki gapura lokasi acara, ketiganya disambut atraksi Reog Ponorogo yang kemudian mengangkat dan membopong mereka di atas punggung Dadak Merak menuju halaman utama gedung kesenian.
Dalam tradisi Reog Ponorogo, atraksi mengangkat tamu kehormatan memiliki makna simbolik yang mendalam. Secara filosofis, Reog merupakan representasi kekuatan rakyat, keberanian, serta kemampuan menanggung beban besar demi kepentingan bersama.
Secara fisiologis, Dadak Merak merupakan salah satu properti tari paling berat dalam kesenian Nusantara. Bobotnya dapat mencapai puluhan kilogram dan biasanya ditopang hanya dengan kekuatan rahang dan leher penari. Ketika seorang tokoh dibopong di atas punggung Reog, hal tersebut melambangkan penghormatan tertinggi dari masyarakat kepada sosok yang dianggap memiliki tanggung jawab besar dalam memimpin dan mengemban amanah.
Prosesi tersebut menjadi simbol bahwa perjuangan membangun ketahanan pangan memerlukan kekuatan, keberanian, serta kekompakan seluruh elemen masyarakat sebagaimana filosofi yang terkandung dalam kesenian Reog Ponorogo. Rist