SUKOHARJO, DMNETWORK — Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menjadi penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi pedagang pasar tradisional di Kabupaten Sukoharjo.
Pernyataan tersebut disampaikan Eko saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) dan Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Sukoharjo di lantai 2 Soto Pak Harjo, Jalan Slamet Riyadi, Sukoharjo, Rabu (10/6/2026).
Dalam sambutannya, Eko mengaku merasa terhormat dapat menjadi bagian dari momentum pelantikan organisasi pedagang terbesar di Indonesia tersebut. Menurutnya, APPSI memiliki peran strategis dalam mengadvokasi sekaligus memperjuangkan kepentingan para pedagang pasar tradisional.
Ia menjelaskan, keberadaan Program Makan Bergizi Gratis yang saat ini terus berkembang menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan oleh para pedagang pasar.
“Di Sukoharjo saat ini terdapat sekitar 100 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dari program itu saja terdapat perputaran ekonomi sekitar Rp3 miliar setiap hari,” ujar Eko.
Menurut dia, kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar untuk mendukung pelaksanaan MBG akan membuka pasar baru bagi pedagang tradisional. Namun peluang tersebut harus diimbangi dengan kemampuan menyediakan produk yang berkualitas, berdaya saing, dan memenuhi standar kebutuhan program.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong terciptanya kemitraan fungsional antara pengelola MBG dengan pedagang pasar tradisional. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan pedagang sekaligus memperkuat rantai pasok pangan lokal.
Eko menegaskan bahwa pedagang pasar tradisional merupakan salah satu modal utama dalam membangun daya saing ekonomi daerah. Oleh sebab itu, pemerintah daerah akan memberikan perhatian khusus agar para pedagang dapat terlibat secara aktif dalam ekosistem ekonomi yang tumbuh dari program-program pemerintah.
“Keberadaan APPSI menjadi penting karena dapat menjadi penghubung dan penguat posisi pedagang dalam menangkap peluang ekonomi yang ada,” katanya.