Perlon Besar Anak Putu Banokeling Digelar Kamis Ini, Sembelih 15 Kambing dan Gelar Doa Bersama

3 Min Read
Perlon besar masyarakat adat Banokeling dirayakan, Kamis 4 Juni 2026 (foto: istimewa)

BANYUMAS, DMNETWORK – Komunitas adat anak putu keturunan Eyang Banokeling di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, akan menggelar ritual adat Perlon Besar pada Kamis (4/6/2026).

Tradisi tahunan tersebut dilaksanakan setiap Kamis setelah Hari Raya Idul Adha sebagai bentuk ungkapan syukur sekaligus doa bersama bagi para pengikut dan masyarakat yang memiliki berbagai harapan serta cita-cita.

Juru bicara anak putu Banokeling, Ritam, mengatakan penentuan waktu Perlon Besar selalu mengacu pada Kamis pertama setelah Idul Adha.

- Iklan -
Ad imageAd image

“Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah kemarin. Kami merayakannya sama dengan pemerintah. Kemudian Kamis setelah Idul Adha itulah dilaksanakan Perlon Besar. Untuk tahun ini bertepatan dengan Kamis Pon, tetapi pasarannya tidak selalu sama setiap tahun,” kata Ritam saat dihubungi, Rabu (3/6/2026).

Menurut dia, Perlon Besar menjadi momentum bagi anak putu Banokeling untuk memanjatkan doa dan rasa syukur atas berbagai nikmat yang telah diterima.

Dalam pelaksanaannya, sejumlah kelompok masyarakat yang memiliki nazar atau hajat tertentu turut memberikan hewan kurban berupa kambing maupun sapi. Namun penyembelihan dilakukan secara terpisah di lingkungan kelompok masing-masing.

“Ada yang punya niat atau cita-cita tertentu lalu memberikan kambing atau sapi. Tetapi pelaksanaannya per kelompok, tidak dipusatkan di makam Eyang Banokeling. Biasanya dilakukan di halaman rumah bedogol,” ujar Ritam.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan Perlon Besar diawali dengan ziarah dan kerja bakti membersihkan area makam Eyang Kyai Gunung Jati yang berada di sebelah timur kompleks makam Banokeling.

- Iklan -
Ad image

“Kegiatan pagi diawali bersih-bersih makam. Bukan makam Banokeling karena kegiatan itu sudah dilakukan pekan lalu. Besok di makam Eyang Kyai Gunung Jati yang lokasinya di sebelah timur,” katanya.

Setelah kegiatan tersebut, warga bersama-sama mempersiapkan hidangan dari hewan yang disembelih. Selanjutnya seluruh peserta akan mengikuti slametan atau doa bersama di pasemuan.

“Sambil menunggu masakan selesai. Setelah matang, semuanya berkumpul di pasemuan untuk slametan,” tutur Ritam.

Ritam memastikan tahun ini terdapat 15 ekor kambing yang akan disembelih dalam Perlon Besar.

“Yang sudah bisa dipastikan, kambing yang dipotong jumlahnya 15 ekor. Tahun ini sepertinya tidak ada sapi. Saat Idul Adha kemarin sudah menyembelih satu sapi dan lima kambing, sebagian di masjid dan sebagian di rumah warga,” katanya.

Masyarakat adat Banokeling meyakini Banokeling merupakan tokoh spiritual yang berasal dari wilayah Kadipaten Pasir Luhur, yang kini berada di Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Dalam tradisi lisan yang berkembang di kalangan anak putunya, wilayah tersebut dahulu merupakan bagian dari Kerajaan Padjadjaran.

Banokeling kemudian disebut datang ke wilayah Pekuncen untuk membuka kawasan pertanian dan menyebarkan nilai-nilai kehidupan yang hingga kini masih diwariskan melalui berbagai tradisi adat, termasuk Perlon Besar yang rutin digelar setiap tahun. (Gris)

Share This Article