Kalau melihat kondisi saat berbunga tahun lalu, kami optimistis hasil panen akan meningkat karena hampir semua ranting penuh bunga
TEMANGGUNG, DMNETWORK – Harga kopi robusta petik merah (cherry) di Kabupaten Temanggung pada musim panen 2026 memang sedang berada di level yang menggembirakan, yakni sekitar Rp14.000 per kilogram. Namun, tingginya harga tersebut belum mampu mengobati kekecewaan para petani akibat merosotnya hasil panen.
Di sejumlah sentra produksi kopi, hasil panen tahun ini dilaporkan turun drastis hingga sekitar 60 persen dibandingkan musim sebelumnya. Penurunan produksi diduga dipicu cuaca ekstrem yang terjadi saat masa pembungaan pada akhir 2025.
Salah seorang petani kopi di Kecamatan Gemawang, Sumunar (39), mengaku panen tahun ini jauh dari perkiraan. Padahal, ketika memasuki musim berbunga, hampir seluruh ranting tanaman kopi dipenuhi bunga yang memberi harapan akan panen melimpah.
“Kalau melihat kondisi saat berbunga tahun lalu, kami optimistis hasil panen akan meningkat karena hampir semua ranting penuh bunga,” kata Sumunar.
Namun, harapan itu sirna setelah hujan dengan intensitas tinggi disertai cuaca yang tidak menentu menyebabkan banyak bunga dan bakal buah membusuk serta rontok sebelum berkembang menjadi buah kopi.
Keluhan senada disampaikan Budi (43), petani kopi lainnya di wilayah Gemawang. Menurutnya, kenaikan harga kopi tidak sebanding dengan penurunan produksi yang dialami petani.
“Harga memang sedang bagus, tetapi hasil panen kami hanya sekitar 30 persen dibandingkan tahun lalu. Akibatnya, pendapatan tetap jauh berkurang,” ujarnya.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi petani kopi Temanggung yang selama ini menggantungkan penghasilan dari komoditas unggulan daerah. Meski harga pasar tengah menguat, rendahnya produktivitas membuat nilai pendapatan petani tetap mengalami penurunan.
Para petani berharap musim tanam berikutnya didukung kondisi cuaca yang lebih bersahabat sehingga proses pembungaan hingga pembentukan buah dapat berlangsung optimal. Dengan produksi yang kembali normal, mereka optimistis kopi robusta Temanggung akan kembali menjadi penopang ekonomi masyarakat di kawasan sentra perkebunan. (Nur sidiq)