Zero Tolerance BGN, 137 Kepala Dapur MBG Dicopot Usai Kasus Keracunan di Semarang

2 Min Read
Kepala BGN Sudaryono saat menengok siswa yang terkena korban keracunan MBG (foto: Tangkapan Layar)

Zero Tolerance BGN, 137 Kepala Dapur MBG Dicopot Usai Kasus Keracunan di Semarang

JAKARTA, DMNETWORK– Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas menyusul insiden dugaan keracunan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 6 Semarang. BGN menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap setiap bentuk kelalaian yang berpotensi membahayakan kesehatan penerima manfaat.
Kepala BGN menegaskan bahwa keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak, balita, dan ibu hamil, merupakan prioritas utama. Ia menyebut insiden di Semarang harus menjadi kasus pertama dan terakhir selama pelaksanaan program MBG.
Mulai saat ini, setiap kasus keracunan makanan dalam program MBG ditetapkan sebagai Kejadian Fatal. Setiap dapur yang terbukti bermasalah akan langsung dihentikan sementara operasionalnya, menjalani investigasi menyeluruh, dan pimpinan dapur akan dicopot apabila terbukti melakukan pelanggaran.
Sebagai bentuk penegakan disiplin, BGN telah memberhentikan 137 Kepala Dapur di berbagai daerah, antara lain Jawa Barat, Lampung, dan Jawa Tengah. Pencopotan dilakukan karena berbagai pelanggaran, mulai dari indisipliner, kelalaian dalam menjalankan prosedur, hingga pelanggaran integritas.
“Kami tidak memberikan toleransi terhadap kelalaian yang membahayakan masyarakat. Kepercayaan publik adalah amanah yang harus dijaga,” tegas Kepala BGN.
BGN juga memastikan akan terus memperketat sistem pengawasan di seluruh dapur MBG. Pengawasan dilakukan untuk memastikan setiap makanan yang disajikan tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga aman dikonsumsi sesuai standar keamanan pangan.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis sekaligus memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap program strategis nasional tersebut. (Nur Sidiq)
Share This Article
error: Content is protected !!