JAKARTA, DMNETWORK — Sebanyak 15 perwakilan mahasiswa yang sebelumnya menggelar aksi demonstrasi di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, diterima untuk beraudiensi dengan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, di Istana Wakil Presiden pada Senin sore.
Pertemuan tersebut berlangsung setelah massa mahasiswa tidak dapat melanjutkan aksi menuju kawasan Istana Negara untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah. Sebagai alternatif, perwakilan mahasiswa kemudian diarahkan untuk berdialog dengan Wakil Presiden di Istana Wakil Presiden.
Dalam pertemuan itu, mahasiswa menyampaikan sejumlah aspirasi dan kritik terkait kondisi sosial dan ekonomi nasional. Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, pelemahan nilai tukar rupiah, serta evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua Umum Mahasiswa Universitas Bung Karno, Muhammad Abdi, mengatakan bahwa mahasiswa menginginkan adanya ruang komunikasi yang lebih terbuka antara pemerintah dan masyarakat, khususnya kalangan akademisi.
“Kami ingin pemerintah mendengar secara langsung suara mahasiswa dan masyarakat. Berbagai persoalan yang kami sampaikan berkaitan dengan kondisi ekonomi yang dirasakan masyarakat serta evaluasi terhadap sejumlah program pemerintah,” kata Abdi.
Menurut dia, audiensi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pertemuan seremonial, melainkan menjadi awal dari dialog yang lebih intensif antara pemerintah dan mahasiswa dalam membahas berbagai persoalan publik.
Mahasiswa juga berharap pemerintah dapat membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi masyarakat dalam proses penyusunan dan evaluasi kebijakan, terutama yang berkaitan dengan kondisi ekonomi nasional dan kesejahteraan warga.
Audiensi berlangsung dalam suasana dialogis dan menjadi salah satu kanal penyampaian aspirasi mahasiswa kepada pemerintah di tengah berbagai isu ekonomi yang saat ini menjadi perhatian publik. gk