Jenguk Korban Dugaan Keracunan MBG di Karo, Sudaryono Tertunduk Tidak Bisa Menahan Air Matanya

4 Min Read
Kepala BGN menjenguk siswa korban keracunan MBG di Berastagi.(Dok. Istimewa)

DMNETWORK – KARO – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menjenguk sejumlah siswa yang menjalani perawatan setelah mengalami gangguan kesehatan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Kunjungan tersebut dilakukan Sudaryono pada Minggu (16/8/2026). Ia mendatangi korban yang dirawat di RS Efarina Etaham, Berastagi, serta seorang siswi asal Karo yang menjalani perawatan di RSU Haji Medan.

Dalam kunjungannya di RS Efarina Etaham, Sudaryono bertemu langsung dengan siswa dan orangtua korban. Salah satu orangtua bahkan menyampaikan keluhan terkait penanganan kasus tersebut dan mempertanyakan penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami anaknya.

Kunjungan Sudaryono berlangsung ketika BGN tengah melakukan investigasi terhadap dugaan gangguan kesehatan yang dialami ratusan siswa setelah mengonsumsi menu MBG.

- Iklan -
Ad imageAd image

BGN Temukan Ratusan Ikan Tak Masuk Freezer

Dari investigasi awal, BGN menemukan adanya persoalan dalam penyimpanan bahan makanan, khususnya ikan yang digunakan dalam menu MBG.

Sudaryono mengatakan, sebagian besar ikan memang telah dimasukkan ke dalam freezer. Namun, sekitar 200 hingga 300 ekor ikan ditemukan tidak dimasukkan ke freezer dan dibiarkan pada suhu ruang selama sekitar 12 jam atau lebih.

“Sebagian besar dimasukkan ke freezer. Ada sekitar 200 atau 300 ekor yang tidak masuk ke freezer, kemudian ditaruh di suhu ruangan dalam kurun waktu 12 sampai lebih dari 12 jam,” kata Sudaryono saat menjenguk korban di RSU Haji Medan, Minggu (16/8/2026).

Menurut Sudaryono, kondisi tersebut menjadi salah satu indikasi yang sedang didalami dalam investigasi BGN. Ia menyebut persoalan tersebut sebagai dugaan kelalaian dalam prosedur pengolahan dan penyimpanan bahan pangan.

- Iklan -
Ad image

BGN masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan hubungan antara persoalan penyimpanan ikan tersebut dengan gangguan kesehatan yang dialami para siswa.

Dapur MBG Disorot

Kasus di Kabupaten Karo membuat pelaksanaan MBG di wilayah tersebut mendapat perhatian serius. BGN melakukan evaluasi terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan makanan bagi para siswa.

Sudaryono menegaskan bahwa kelalaian dalam pengolahan makanan tidak dapat dianggap sebagai kesalahan biasa karena menyangkut keselamatan penerima manfaat.

Ia mengatakan, apabila dalam investigasi ditemukan pelanggaran berat, BGN akan mengambil tindakan terhadap pihak yang bertanggung jawab. Proses pemeriksaan juga dapat diteruskan kepada aparat penegak hukum apabila ditemukan unsur yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu, jumlah siswa yang mendapatkan penanganan medis akibat kejadian tersebut dilaporkan mencapai ratusan orang. Salah satu laporan menyebut 354 peserta didik mendapat penanganan medis, sementara puluhan siswa masih menjalani perawatan pada Minggu (16/8/2026).

Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut program MBG yang menyasar anak-anak sekolah. Selain memastikan kecukupan gizi, keamanan pangan menjadi bagian penting yang harus dijaga sejak bahan makanan diterima, disimpan, dimasak, hingga didistribusikan kepada penerima manfaat.

Hasil investigasi BGN nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan penyebab gangguan kesehatan para siswa serta langkah evaluasi terhadap penyelenggaraan MBG di Kabupaten Karo.

Catatan: Istilah dugaan keracunan digunakan karena penyebab medis dan sumber gangguan kesehatan masih dalam proses investigasi. Temuan ikan yang tidak disimpan dalam freezer merupakan indikasi awal BGN, bukan kesimpulan final penyebab kejadian.***

Share This Article
error: Content is protected !!