DMNETWORK.COM – BOGOR – Di tengah hiruk-pikuk peserta Diklat Tani Merdeka Indonesia (TMI) di Ciawi, Bogor, pada 14 hingga 17 Mei 2026, sosok Kiki Anggoro nyaris tak menonjol. Ia datang tanpa jarak. Tidak membawa kesan sebagai pejabat daerah yang biasa duduk di ruang-ruang formal pemerintahan. Selama empat hari pelatihan berlangsung, ia justru tampak membaur bersama peserta lain yang sebagian besar berasal dari kalangan petani.
Padahal, pria tersebut merupakan anggota DPRD Kabupaten Cilacap periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Gerindra. Ia mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) 3 yang meliputi Kecamatan Cipari, Sidareja, Kedungreja, hingga Patimuan.
Di arena diklat, Kiki lebih banyak dikenal sebagai peserta biasa. Ia mengikuti seluruh sesi kegiatan sejak pagi hingga malam dengan disiplin. Hampir tidak pernah terlihat terlambat. Dari awal hingga akhir kegiatan, kehadirannya tercatat penuh tanpa absen.
Sikapnya pun terbilang sederhana. Tidak banyak berbicara, namun santun dan ramah kepada peserta lain. Dalam beberapa kesempatan, ia terlihat duduk bersama petani dari berbagai daerah sambil mendengarkan materi pelatihan tanpa memperlihatkan atribut atau protokoler sebagai legislator.
Beberapa peserta bahkan mengaku baru mengetahui latar belakangnya setelah kegiatan berlangsung beberapa hari.
Kiki Anggoro sendiri dikenal aktif turun ke masyarakat selama menjabat sebagai anggota DPRD Cilacap. Dalam berbagai agenda reses, ia kerap menyerap aspirasi warga terkait pembangunan infrastruktur desa, irigasi pertanian, pendidikan, hingga fasilitas keagamaan.
Lulusan sarjana pertanian itu juga beberapa kali terlihat mengawal program bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi petani di wilayah Cilacap bagian barat. Basis politiknya berada di Desa Pegadingan, Kecamatan Cipari.
Di internal Partai Gerindra Jawa Tengah, nama Kiki Anggoro termasuk bagian dari jaringan kader yang aktif dalam isu ketahanan pangan dan pembangunan desa. Ia beberapa kali tampak hadir dalam kegiatan bersama tokoh Gerindra Jawa Tengah seperti Sudaryono dan David Ishaq Aryadi.
Kehadirannya dalam Diklat TMI di Ciawi memperlihatkan sisi lain seorang legislator daerah. Di tengah suasana pelatihan yang dipenuhi petani dari berbagai provinsi, Kiki memilih hadir sebagai peserta yang belajar bersama. Tidak banyak bicara, tetapi konsisten mengikuti setiap proses hingga selesai.(MR)