Tani Merdeka Indonesia dan APPSI Gelar Aksi Damai di DPR RI, Dukung Ekonomi Kerakyatan Prabowo

6 Min Read

DMNETWORK.COM — JAKARTA – Ribuan massa dari Tani Merdeka Indonesia bersama Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) menggelar aksi damai di depan Gedung DPR RI, Jakarta, sebagai bentuk dukungan terhadap arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto yang dinilai berpihak kepada rakyat kecil dan pelaku ekonomi akar rumput.

Aksi yang diikuti sekitar 3.000 peserta itu berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Massa berasal dari berbagai daerah dan terdiri atas petani, pedagang pasar, pelaku UMKM, nelayan, hingga komunitas masyarakat lainnya yang selama ini menjadi bagian penting dalam rantai ekonomi nasional.

Sejak pagi, peserta aksi memadati kawasan depan parlemen sambil membawa spanduk, poster, dan atribut organisasi. Mereka menyuarakan pentingnya pembangunan ekonomi nasional yang memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat kecil untuk tumbuh dan berkembang di tengah tantangan ekonomi global yang semakin kompetitif.

Nuansa aksi berlangsung damai dan penuh semangat kebersamaan. Tidak tampak tindakan anarkis selama penyampaian aspirasi berlangsung. Massa justru menonjolkan pesan tentang gotong royong ekonomi, penguatan pasar rakyat, serta perlindungan terhadap sektor usaha kecil yang dinilai menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.

- Iklan -
Ad imageAd image

Wakil Ketua DPN Tani Merdeka Indonesia, Aiman Adnan, menegaskan ekonomi nasional tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan kelompok besar semata. Menurutnya, petani, pedagang pasar, nelayan, dan pelaku UMKM harus mendapat perhatian nyata dari negara agar mampu bertahan dan berkembang.

“Bagi kami, ekonomi Indonesia tidak boleh hanya menguntungkan kelompok besar atau segelintir orang. Petani, pedagang pasar, nelayan, UMKM, dan masyarakat kecil harus mendapat perhatian dan kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujar Aiman dalam orasinya.

Ia menyebut arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo dinilai memiliki kesamaan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menekankan ekonomi sebagai usaha bersama dengan asas kekeluargaan dan keadilan sosial.

Menurut Aiman, pembangunan ekonomi tidak cukup hanya mengejar angka pertumbuhan, melainkan juga harus memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat bawah. Ia menilai konsep ekonomi kerakyatan menjadi salah satu jalan untuk memperkuat ketahanan nasional dari tingkat desa hingga perkotaan.

“Kami melihat arah ekonomi yang dijalankan Presiden Prabowo sejalan dengan semangat Pasal 33 UUD 1945, yaitu ekonomi yang dibangun dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan keadilan sosial,” katanya.

- Iklan -
Ad image

Dalam aksi tersebut, massa juga menyampaikan sejumlah aspirasi terkait persoalan ekonomi yang selama ini dihadapi masyarakat kecil. Salah satu isu utama yang disorot adalah praktik monopoli dan kartel yang dianggap merugikan petani maupun pedagang pasar.

Tani Merdeka dan APPSI menilai praktik permainan harga dapat memperlemah daya saing ekonomi rakyat karena keuntungan lebih banyak dinikmati kelompok tertentu. Karena itu, mereka mendukung langkah pemerintah untuk memperkuat pengawasan serta menindak praktik ekonomi yang merugikan masyarakat luas.

Aiman menegaskan negara harus hadir menjaga keseimbangan ekonomi agar pelaku usaha kecil tidak semakin tertinggal dalam persaingan pasar yang semakin ketat.

Selain itu, massa juga mendorong penguatan koperasi sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi rakyat. Koperasi dinilai masih relevan menjadi sarana bagi petani dan pedagang memperoleh akses modal, memperluas jaringan usaha, hingga mendapatkan pasar yang lebih stabil.

Bagi kelompok tani dan pedagang pasar, koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi, tetapi juga wadah kebersamaan yang dapat membantu masyarakat kecil menghadapi tekanan ekonomi. Karena itu, pemerintah diminta memberikan perhatian lebih serius terhadap pengembangan koperasi desa maupun pasar rakyat.

Isu perlindungan terhadap petani turut menjadi sorotan penting dalam aksi tersebut. Massa meminta pemerintah menjaga stabilitas harga hasil pertanian agar petani tidak terus berada dalam posisi lemah ketika panen raya terjadi.

Selain menjaga harga komoditas, peserta aksi juga menyoroti pentingnya pembenahan distribusi pangan agar rantai pasok tidak dikuasai pihak tertentu. Mereka berharap pasar rakyat tetap menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang mampu bersaing dengan sistem perdagangan modern.

Menurut Tani Merdeka dan APPSI, pembangunan ekonomi nasional juga harus berjalan seiring dengan nilai-nilai Pancasila. Ekonomi kerakyatan dinilai mencerminkan semangat kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial sebagaimana terkandung dalam dasar negara.

“Mendukung pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam ekonomi nasional. Kami memandang ekonomi kerakyatan mencerminkan pengamalan Pancasila, khususnya sila kedua, ketiga, dan kelima. Karena itu, pembangunan ekonomi harus dijalankan dengan semangat keadilan, persatuan, dan kesejahteraan bersama,” ujar Aiman.

Ia menambahkan, dukungan terhadap kebijakan ekonomi pemerintah lahir dari harapan agar pembangunan nasional benar-benar menyentuh masyarakat bawah. Menurutnya, Indonesia akan menjadi negara yang kuat apabila ekonomi dibangun dengan semangat gotong royong dan keberpihakan terhadap rakyat kecil.

Aksi damai tersebut sekaligus menjadi simbol bahwa kelompok petani, pedagang pasar, nelayan, dan UMKM masih memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Di tengah perubahan ekonomi global, mereka berharap negara terus hadir melindungi sektor ekonomi rakyat agar tetap tumbuh dan menjadi fondasi kekuatan bangsa.(*)

Share This Article