DMNETWORK— Musyawarah Daerah (Musda) Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) Kota Salatiga yang digelar di Kopi Banaran, Jumat (23/5/2026), menetapkan Fajar Qodri sebagai ketua terpilih periode mendatang.
Pengukuhan kepengurusan dilakukan langsung oleh Zakiuddin Baidhawy selaku Ketua DPW Fokal IMM Jawa Tengah. Acara tersebut juga dihadiri Sekretaris Umum DPW Fokal IMM Jawa Tengah Hamam Sanadi yang juga menjabat sebagai Sekretaris PDM Salatiga.
Sejumlah tokoh senior Fokal IMM dan ulama Muhammadiyah turut hadir dalam forum tersebut. Salah satunya Sutomo yang dikenal sebagai tokoh pendidikan Muhammadiyah serta Kepala SMP Plus Muhammadiyah Salatiga.
Dalam sambutannya, Fajar Qodri menegaskan komitmennya menjadikan Fokal IMM sebagai lembaga strategis pendukung Persyarikatan Muhammadiyah, khususnya dalam penguatan dakwah dan pembangunan daerah di Kota Salatiga.
Menurut dia, potensi sumber daya yang dimiliki alumni IMM perlu dimaksimalkan untuk menghadirkan solusi konkret bagi umat dan masyarakat secara berkelanjutan.
“Fokal IMM harus menjadi ruang konsolidasi lintas generasi, tempat berhimpunnya para tokoh dan kader yang pernah ditempa dalam gerakan IMM. Dari sini akan lahir pemimpin-pemimpin berakhlak untuk masa depan,” ujar Fajar.
Fajar Qodri sendiri dikenal memiliki pengalaman panjang dalam organisasi kepemudaan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia pernah aktif di KNPI serta menjabat sebagai Assistant Secretary General CAYC (Committee ASEAN Youth Cooperation), organisasi kepemudaan tingkat ASEAN yang diikutinya sebagai representasi KNPI.
Dalam pidato politiknya, Fajar juga menekankan pentingnya membangun kembali warisan pemikiran politik Islam yang dicontohkan Ki Bagus Hadikusumo dalam praksis kehidupan berbangsa.
Ia memperkenalkan gagasan “Politik Sak Ikhlase”, yakni politik yang dijalankan dengan kejujuran, keikhlasan, serta keberpihakan terhadap kebenaran dan keadilan.
“Politik harus ditransformasikan sebagai bentuk pengabdian kepada umat, menjadi amal saleh yang melayani masyarakat serta memperjuangkan keadilan dan kebenaran,” katanya.
Menurut Fajar, sejarah telah membuktikan Muhammadiyah mampu berdiri kokoh dan berkembang hingga lintas negara karena dibangun melalui gerakan dakwah dan amal usaha yang tidak mudah dikooptasi kekuasaan.
Melalui Musda tersebut, Fokal IMM Salatiga diharapkan kembali menjadi titik konsolidasi strategis untuk memperkuat Persyarikatan Muhammadiyah sekaligus mendorong kemajuan umat dan kejayaan Islam di masa depan.