Pengurus Dewan Syuro PKB Purworejo Pindah ke PSI, Akui Kecewa dengan Kebijakan Partai Saat Pilkada

2 Min Read
Mbah Yai Muqorrobin, ketika diwawancarai awak media (foto: istimewa)

PURWOREJO, DMNETWORK – Seorang pengurus Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Purworejo, Kyai Mukhorobin, memutuskan meninggalkan partai yang telah lama dibesarkannya dan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia.

Pengasuh Pondok Pesantren Nggodang Santri di Kaliurip, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo itu mengaku kecewa terhadap sejumlah kebijakan partai yang muncul pada momentum Pilkada. Kekecewaan tersebut menjadi salah satu alasan dirinya memilih berlabuh ke PSI.

Kepada Inimagelangraya.com, Mukhorobin mengatakan keputusan meninggalkan PKB bukan langkah yang mudah karena dirinya telah lama menjadi bagian dari partai tersebut.

- Iklan -
Ad imageAd image

“Memang ini salah satu pilihan saya yang harus melepaskan diri dari PKB dan bergabung dengan PSI. Ya itu pilihan dan konsekuensi saya selama ini yang memang tidak jauh dari seni politik,” kata Mukhorobin.

Ia menuturkan telah cukup lama berkiprah di PKB dan turut terlibat dalam pengembangan partai di tingkat daerah. Namun, dalam perjalanan politik terakhir, dirinya merasa tidak lagi sejalan dengan arah kebijakan partai, khususnya saat Pilkada berlangsung.

“Memang saya itu sudah lama di PKB, namun saat ini saya bergabung dengan PSI yang dinahkodai Kaesang Pangarep,” ujarnya.

Kepindahan Mukhorobin ke PSI disebut turut diikuti sejumlah kader dan simpatisan. Menurut informasi yang beredar, puluhan anggota ikut bergabung bersama dirinya ke partai tersebut.

Saat ini, Mukhorobin dipercaya menempati posisi Dewan Pembina PSI Kabupaten Purworejo.

- Iklan -
Ad image

Pengamat politik lokal menilai bergabungnya tokoh agama yang selama ini dikenal dekat dengan basis konstituen PKB itu berpotensi memberi warna baru dalam dinamika politik di Purworejo. Kehadirannya di PSI juga dinilai dapat memperluas basis dukungan partai tersebut di kalangan masyarakat pesantren dan pemilih tradisional.

Perpindahan kader senior antarpartai menjelang kontestasi politik berikutnya diperkirakan masih akan mewarnai dinamika politik daerah, termasuk di Kabupaten Purworejo.

Share This Article