Tangis Haru Iringi Wisuda 199 Siswa MTs NU 1 Sirau, Parade Drumband Buka Langkah Menuju Masa Depan

4 Min Read
Siswa dan santri Madrasah Tsanawiyah NU 1 Kemranjen Banyumas bersiap untuk diwisuda (foto: istimewa)

BANYUMAS, DMNETWORK – Derap langkah para siswa berpadu dengan alunan drumband yang mengawali prosesi wisuda Madrasah Tsanawiyah (MTs) NU 1 Sirau, Kemranjen, Banyumas, Sabtu (13/6/2026). Parade yang dibawakan adik-adik kelas mereka menjadi pembuka sebuah peristiwa yang tidak sekadar seremoni kelulusan, melainkan juga penanda berakhirnya sebuah perjalanan dan dimulainya babak kehidupan yang baru.

Sebanyak 199 siswa mengikuti prosesi wisuda dengan didampingi orang tua masing-masing. Suasana berlangsung formal dan khidmat. Para siswa laki-laki tampil mengenakan jas hitam lengkap dengan kopiah, sementara para siswi mengenakan kebaya dengan penampilan yang anggun dan rapi. Seluruh peserta tampak mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh untuk momen yang hanya datang sekali dalam perjalanan pendidikan mereka.

Di sepanjang area acara, para guru berdiri berjejer mengenakan seragam berwarna biru muda. Mereka menyaksikan satu per satu anak didiknya berjalan menuju panggung wisuda. Di wajah para pendidik itu tampak kebanggaan sekaligus haru melihat para siswa yang selama bertahun-tahun mereka bimbing kini bersiap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Momen emosional tidak dapat dihindari. Isak tangis beberapa siswa dan guru pecah ketika prosesi berlangsung. Ada perasaan kehilangan yang menyelimuti suasana, menyadarkan bahwa kebersamaan yang selama ini terjalin di ruang kelas, halaman sekolah, hingga berbagai kegiatan madrasah akan segera berubah menjadi kenangan.

- Iklan -
Ad imageAd image

Kepala MTs NU 1 Sirau, Misbahul Anam, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa para lulusan tahun ini merupakan generasi terbaik yang diharapkan mampu menjadi penerus perjuangan bangsa dan Nahdlatul Ulama.

“Anak-anak yang diwisuda hari ini adalah generasi terbaik. Mereka diharapkan menjadi penerus perjuangan NU sekaligus memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Sebagian besar lulusan merupakan santri yang menempuh pendidikan di sejumlah pondok pesantren di sekitar Kemranjen. Selain mempelajari ilmu-ilmu keagamaan, mereka juga mendapatkan pendidikan umum sebagaimana siswa di sekolah lainnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Tholibin, Gus Lutfi, menegaskan pentingnya pendidikan formal bagi para santri. Karena itu, seluruh santrinya diwajibkan mengikuti pendidikan di lingkungan madrasah NU, mulai dari tingkat diniyah hingga aliyah.

Salah seorang lulusan, Finda Zulfa A., yang berasal dari wilayah Banyumas, mengaku bersyukur dapat menyelesaikan pendidikan di MTs NU 1 Sirau bersama teman-teman seangkatannya. Menurutnya, momen wisuda menjadi kenangan yang tidak mudah dilupakan karena menjadi titik awal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

- Iklan -
Ad image

“Saya senang bisa sampai di tahap ini. Banyak pengalaman dan pelajaran yang saya dapatkan selama belajar di sini bersama teman-teman dan para guru,” ujarnya.

MTs NU 1 Sirau selama ini dikenal sebagai salah satu madrasah yang memiliki tradisi prestasi kuat. Berbagai penghargaan berhasil diraih para siswanya, mulai dari tingkat sekolah, kabupaten, hingga kompetisi internasional. Reputasi tersebut menjadikan madrasah ini dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan yang konsisten mencetak kader-kader muda yang berprestasi, berkarakter, dan memiliki fondasi keagamaan yang kuat.

Ketika prosesi wisuda berakhir, para siswa saling bersalaman dan berpelukan dengan guru maupun teman-teman mereka. Di balik senyum yang mengembang, tersimpan harapan besar untuk masa depan. Dengan jas hitam, kopiah, dan kebaya yang mereka kenakan hari itu, para lulusan MTs NU 1 Sirau seakan sedang menapaki gerbang baru kehidupan, membawa bekal ilmu, karakter, dan semangat untuk menghadapi dunia yang lebih luas. (Rist)

Share This Article