DMNETWORK.COM – MAGELANG – Aksi damai peternak ayam petelur di Magelang dipicu ketimpangan yang dirasakan peternak: harga pakan terus naik, sementara harga telur dan ayam justru turun di tingkat peternak.
Peternak menyebut komponen pakan menyerap sebagian besar biaya produksi harian. Ketika harga jagung, konsentrat, dan bahan baku pakan meningkat, biaya pemeliharaan ayam otomatis ikut membengkak. Di sisi lain, harga telur di kandang beberapa waktu terakhir berada di bawah harapan peternak.
Kondisi serupa juga dikeluhkan peternak unggas di berbagai daerah Jawa Tengah. Mereka menilai margin usaha semakin menipis sehingga banyak peternak kesulitan membeli pakan dan mempertahankan populasi ayam.
“Biaya pakan naik terus, tetapi harga telur turun. Kami menjual rugi hampir setiap hari,” kata salah seorang peternak peserta aksi.
Peternak meminta pemerintah melakukan langkah konkret, antara lain menstabilkan harga pakan, memperkuat pengawasan distribusi bahan baku, dan menjaga harga telur di tingkat peternak agar tidak jatuh terlalu rendah.
Mereka juga berharap program pemerintah yang membutuhkan pasokan telur dan ayam dapat lebih banyak menyerap produk peternak lokal sehingga pasar domestik menjadi lebih kuat.
Aksi damai di Magelang diharapkan menjadi peringatan bahwa sektor perunggasan rakyat membutuhkan kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan usaha, bukan sekadar penanganan sesaat.(*)