DMNETWORK.COM — Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 resmi bergulir mulai Selasa (1/9/2026). Puluhan wakil Indonesia langsung menjalani pertandingan pada hari pertama turnamen bulu tangkis BWF World Tour Super 100 tersebut.
Turnamen berlangsung di GOR Terpadu A. Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, hingga 6 September 2026. Pada hari pembuka, pertandingan digelar di empat lapangan dengan sesi pertama dimulai pukul 08.00 WIB dan sesi sore dijadwalkan berlangsung mulai pukul 17.00 WIB.
Lima sektor dipertandingkan dalam Indonesia Masters 2026, yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.
Besarnya jumlah wakil tuan rumah membuat persaingan sejak babak awal langsung menarik perhatian. Sejumlah pemain Indonesia bahkan harus berhadapan dengan kompatriot sendiri sehingga satu wakil Merah Putih dipastikan gugur lebih awal.
Christian Adinata Jadi Salah Satu Wakil Andalan
Salah satu pemain Indonesia yang dijadwalkan bertanding pada hari pertama adalah Christian Adinata.
Christian akan tampil di Court 2 pada sesi sore. Ia dijadwalkan menghadapi Cheng Ju-Sheng dari Chinese Taipei dalam pertandingan babak 64 besar.
Kehadiran Christian menjadi salah satu perhatian di sektor tunggal putra, mengingat Indonesia memiliki kepentingan besar untuk meraih hasil maksimal di turnamen yang digelar di kandang sendiri.
Sementara itu, wakil Indonesia lainnya tersebar di empat lapangan yang digunakan sepanjang hari.
Derbi Indonesia Sudah Terjadi Sejak Babak Awal
Pertandingan hari pertama juga menghadirkan sejumlah duel sesama pemain Indonesia.
Di Court 1, Sarah D.T.C. Rambitan akan berhadapan dengan unggulan keempat asal Hong Kong, Saloni S.I. Mehta.
Lapangan yang sama juga menyajikan duel ganda putri antara Rachel M. Cahya Ayu/Vica Velicia melawan Steviolin Marcella/Sarah Daisy T.C.R.
Artinya, satu pasangan Indonesia harus mengakhiri langkahnya sejak babak awal turnamen.
Derbi Merah Putih juga muncul di sektor ganda putra.
Di Court 3, Yeremia E.Y.Y. Rambitan/Patra Harapan R. dijadwalkan bertemu Alfredo Mesdila/Reza D. Purnama.
Pertandingan sesama pemain Indonesia lainnya mempertemukan M. Al Fauzan Hamba/Kleopas B.P. Prakoso dengan Gilang K.T. Pramana/Erwin R. Purnomo.
Situasi tersebut menunjukkan ketatnya persaingan antarpemain Indonesia untuk mendapatkan tempat di babak berikutnya.
Dejan/Apriyani Hadapi Pasangan Indonesia
Pertandingan menarik juga tersaji pada sesi sore di sektor ganda campuran.
Renaldi Samosir/Masita Mahmudin akan menghadapi pasangan Indonesia Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu.
Duel tersebut kembali memastikan satu wakil Indonesia harus tersingkir pada fase awal.
Selain pertandingan antarpemain Indonesia, wakil Merah Putih juga menghadapi pemain dari sejumlah negara. Lawan-lawan tersebut berasal antara lain dari Chinese Taipei, India, Malaysia, Singapura, Thailand, China, Hong Kong, Prancis hingga Jerman.
Rehan/Melati Jadi Unggulan Kelima
Sementara itu, Court 4 juga menghadirkan aksi pasangan ganda campuran Indonesia Rehan N. Kusharjanto/Melati D. Oktavianti.
Pasangan yang ditempatkan sebagai unggulan kelima tersebut dijadwalkan menghadapi wakil Chinese Taipei, Sheng-Ming Lin/Liang Ching Sun.
Status unggulan membuat Rehan/Melati menjadi salah satu pasangan yang diharapkan mampu melangkah jauh di turnamen ini.
Persaingan sektor ganda campuran pun diprediksi menarik karena sejumlah pasangan harus melewati pertandingan awal dengan tekanan tinggi.
Jadwal Hari Pertama Indonesia Masters 2026
Rangkaian pertandingan Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 pada Selasa (1/9/2026) dimulai pukul 08.00 WIB.
Sesi berikutnya dijadwalkan berlangsung mulai pukul 17.00 WIB. Seluruh pertandingan hari pertama tersebar di Court 1 hingga Court 4 GOR Terpadu A. Yani, Pontianak.
Turnamen BWF World Tour Super 100 ini berlangsung selama enam hari, mulai 1 hingga 6 September 2026.
Bagi para wakil Indonesia, Indonesia Masters 2026 bukan hanya kesempatan untuk mengejar gelar di hadapan pendukung sendiri. Turnamen ini juga menjadi momentum penting untuk mengumpulkan poin dan memperbaiki posisi dalam persaingan bulu tangkis dunia.
Dengan puluhan wakil tuan rumah yang langsung bertanding pada hari pertama, perhatian publik Indonesia pun tertuju pada perjuangan Merah Putih di Pontianak.***