Karhutla Masuk TWA Kawah Ijen, BBKSDA Tutup Wisata dan Fokus Penanganan Api

4 Min Read
Karhutla Masuk TWA Kawah Ijen, BBKSDA Tutup Wisata dan Fokus Penanganan Api (threads/ronron_hakunamatata)

DMNETWORK.COM — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Cagar Alam Kawah Ijen Merapi Ungup-Ungup, Jawa Timur, memasuki tahap yang lebih serius setelah api merambat ke kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen.

Karhutla yang mulai terjadi sejak Kamis (3/9/2026) tersebut terus bergerak hingga pada Jumat (4/9/2026) api dilaporkan telah memasuki kawasan TWA.

Jalur pendakian menuju Kawah Ijen bahkan ikut terbakar. Kondisi ini membuat aktivitas wisata di kawasan tersebut harus dihentikan demi keselamatan pengunjung dan petugas.

Sebuah video yang diunggah akun Threads @ronron_hakunamatata pada Jumat (4/9/2026) menggambarkan kondisi jalur pendakian yang terdampak kebakaran.

- Iklan -
Ad imageAd image

“Informasi terkini Jumat, 4 September 2026. Kebakaran sudah memasuki jalur pendakian, ini sudah terlalu berbahaya. Api menjalar cepat menuju kita,” demikian keterangan dalam video tersebut.

Medan Terjal Hambat Penanganan

Sejak Kamis (3/9/2026), tim gabungan telah melakukan ground check untuk mengetahui titik panas di kawasan CA Kawah Ijen Merapi Ungup-Ungup.

Pemantauan dilakukan menggunakan kendaraan roda empat dan sepeda motor trail. Selain memastikan posisi api, tim juga mengumpulkan data dan dokumentasi kondisi lapangan.

Namun, penanganan tidak mudah dilakukan.

Medan dengan tebing di sekitar puncak Merapi Ungup-Ungup membuat sejumlah titik api sulit dijangkau. Upaya pemadaman tetap dilakukan, tetapi keselamatan personel menjadi salah satu pertimbangan utama.

- Iklan -
Ad image

Situasi tersebut membuat penanganan kebakaran harus menyesuaikan kondisi medan dan tingkat risiko di lapangan.

Api Merambat ke Kawasan Wisata

Pada Jumat (4/9/2026), tim gabungan kembali berupaya mengendalikan api agar tidak memasuki kawasan TWA Kawah Ijen.

Namun, laju api sulit dikendalikan hingga akhirnya kobaran mencapai kawasan wisata.

Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur Nur Patria Kurniawan mengatakan penanganan karhutla harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap petugas dan pengunjung.

“Prioritas kita adalah mengendalikan kebakaran sekaligus memastikan keselamatan seluruh personel dan pengunjung. Semua unsur telah bergerak bersama,” ujar Nur Patria dalam keterangannya kepada awak media, Jumat (4/9/2026).

Ia menegaskan, setelah api memasuki kawasan TWA, akses dan aktivitas wisata perlu disesuaikan dengan perkembangan kondisi lapangan.

“Ketika api sudah memasuki kawasan TWA, kita tidak boleh mengambil risiko yang tidak perlu. Akses dan aktivitas wisata perlu disesuaikan dengan perkembangan kondisi lapangan agar tim dapat fokus melakukan penanganan secara aman,” jelasnya.

Wisata Kawah Ijen Ditutup

Sebagai langkah mitigasi, BBKSDA Jawa Timur mengumumkan penutupan kunjungan wisata ke TWA Kawah Ijen mulai Jumat (4/9/2026).

Penutupan tersebut berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan.

BBKSDA Jawa Timur menyebut keputusan itu diambil setelah upaya petugas gabungan sejak sehari sebelumnya belum mampu mencegah api masuk ke kawasan TWA.

“Upaya petugas gabungan telah dilakukan sejak kemarin, akan tetapi hari ini api merambat masuk ke kawasan TWA Kawah Ijen,” tulis BBKSDA Jawa Timur dalam keterangannya.

“Demi keselamatan petugas dan pengunjung, TWA Kawah Ijen ditutup,” imbuhnya.

Penutupan kawasan wisata tidak hanya berkaitan dengan keselamatan pengunjung. Langkah tersebut juga dimaksudkan untuk memberikan ruang kepada petugas agar dapat berkonsentrasi melakukan penanganan kebakaran.

Penanganan Melibatkan Berbagai Unsur

Operasi penanganan karhutla di kawasan Kawah Ijen masih berlangsung.

Petugas, masyarakat, aparat, dan pelaku wisata disebut terlibat dalam menghadapi situasi tersebut.

BBKSDA Jawa Timur menempatkan keselamatan sebagai bagian penting dalam proses penanganan, mengingat kondisi medan dan api yang telah memasuki kawasan TWA.

“Operasi penanganan masih berlangsung karena di Kawah Ijen ini, petugas, masyarakat, aparat, dan pelaku wisata sedang menghadapi lawan yang sama,” tukasnya.

Dengan ditutupnya kawasan wisata, akses pengunjung untuk sementara dihentikan hingga kondisi memungkinkan dan ada keputusan lebih lanjut dari pihak berwenang.***

Share This Article
error: Content is protected !!