TEMANGGUNG, DMNETWORK – Cahaya api unggun mulai menerangi lapangan Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Sabtu (4/7/2026) malam. Kobaran api yang berada di tengah lapangan, disertai nyala obor di sisi kanan dan kiri arena upacara, menjadi penanda dimulainya penutupan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Angkatan II Jawa Tengah.
Suasana berlangsung khidmat. Komandan upacara menyiapkan seluruh pasukan, kemudian melaporkan kesiapan kepada Pembina Upacara, Wakil Menteri Pertanian sekaligus Ketua Dewan Pembina Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Sudaryono.
Prosesi diawali dengan mengheningkan cipta yang dipimpin langsung oleh Sudaryono, diiringi lagu “Mengheningkan Cipta”, lagu yang lazim diperdengarkan dalam upacara kenegaraan. Selain mendoakan arwah para pahlawan bangsa, doa juga dipanjatkan agar Presiden Prabowo Subianto diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemampuan dalam memimpin Indonesia.
Setelah pembacaan Pancasila, api unggun utama dinyalakan. Kobaran api yang membesar di tengah lapangan diiringi alunan lagu “Nyiur Hijau”, menghadirkan suasana penuh kekhidmatan sekaligus menjadi simbol semangat pengabdian kader Tani Merdeka Indonesia kepada bangsa dan negara.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Janji Tani Merdeka Indonesia yang berisi komitmen menjaga kemerdekaan pangan nasional, mengabdi kepada petani, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap perjuangan organisasi.
Upacara tersebut sekaligus menandai berakhirnya Diklat TMI Angkatan II Jawa Tengah yang selama beberapa hari diselenggarakan di Bapeltan Pringsurat sebagai bagian dari penguatan kader organisasi hingga ke tingkat desa. (Rist)