TEMANGGUNG, DMNETWORK – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan bahwa pendidikan kader Tani Merdeka Indonesia diselenggarakan untuk membangun kesadaran bahwa Indonesia merupakan negara yang dikaruniai kekayaan alam luar biasa sehingga harus dijaga oleh generasi penerus, terutama para petani.
Dalam amanatnya saat menutup Diklat Tani Merdeka Indonesia Angkatan II Jawa Tengah di Bapeltan Pringsurat, Sabtu (4/7/2026), Sudaryono mengatakan tanah Indonesia telah menghidupi masyarakat selama berabad-abad.
“Negeri kita ini sangat subur. Seperti dalam lagu Koes Plus, tongkat kayu dan batu jadi tanaman. Kekayaan alam kita sangat luar biasa,” ujarnya.
Menurut Sudaryono, justru karena kekayaan tersebut Indonesia berkali-kali menjadi sasaran penjajahan bangsa asing.
“Kita tidak pernah pergi dari negeri ini. Mereka yang datang mengambil kekayaan kita. Itu sudah berlangsung selama berabad-abad,” katanya.
Ia menegaskan bahwa tantangan saat ini bukan lagi penjajahan fisik, melainkan bagaimana bangsa Indonesia mampu menjaga kedaulatan pangan melalui sektor pertanian.
Karena itu, Diklat Tani Merdeka Indonesia menjadi bagian dari upaya membentuk kader yang memahami sejarah bangsa sekaligus memiliki semangat menjaga ketahanan pangan nasional.
Sudaryono juga memastikan pendidikan kader serupa akan dilaksanakan secara bertahap di berbagai Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia di seluruh Indonesia. (Rist)