BOGOR, DMNETWORK – Kabut pagi perlahan menyelimuti perbukitan Citeko Panjang, Cisarua, Kabupaten Bogor, Selasa (23/6/2026).
Di tengah udara pegunungan yang sejuk, puluhan kader Tani Merdeka Indonesia (TMI) tampak masih mengikuti rangkaian materi dan diskusi kelompok di Tiara Camp. Hari itu menjadi penutup Pendidikan dan Latihan (Diklat) Kader yang dikemas dalam konsep KOSTAMI Pratama.
Sebanyak 92 kader yang berasal dari seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia se-Jawa Barat mengikuti kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut. Diklat dirancang sebagai ruang pembinaan untuk memperkuat kepemimpinan, konsolidasi organisasi, serta memperluas wawasan kader mengenai pembangunan sektor pertanian.
Rangkaian kegiatan secara resmi dibuka pada Senin (22/6/2026) malam oleh Don Muzakir. Dalam arahannya, ia mengajak seluruh kader untuk menjadikan organisasi sebagai ruang pengabdian kepada masyarakat, dengan petani sebagai pusat dari setiap gerakan yang dibangun.
Menurut Don, tantangan pertanian saat ini membutuhkan kader yang tidak hanya mampu mengelola organisasi, tetapi juga hadir di lapangan sebagai penggerak inovasi, pendamping petani, dan penghubung antara aspirasi masyarakat dengan berbagai program pembangunan pertanian.
Selama diklat, peserta mengikuti materi mengenai kepemimpinan, penguatan organisasi, pertanian modern, inovasi, serta strategi kolaborasi dalam membangun gerakan petani. Konsep pelatihan lapangan yang diterapkan mengadopsi pola yang sebelumnya pernah dilaksanakan di kawasan Ciawi, Bogor, dengan penekanan pada disiplin, kebersamaan, dan pembentukan karakter.
Pemilihan Tiara Camp di kawasan Citeko Panjang memberikan suasana yang mendukung proses pembelajaran. Berada di lereng pegunungan Puncak dengan panorama alam yang hijau dan udara yang sejuk, lokasi tersebut menjadi ruang terbuka bagi para kader untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, sekaligus memperkuat solidaritas antarpengurus dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Tema “Membangun Kader, Memperkuat Pertanian, Menjaga Kedaulatan Pangan demi Indonesia Maju” menjadi benang merah seluruh kegiatan. Melalui tema tersebut, Tani Merdeka Indonesia menegaskan bahwa kaderisasi merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang mampu menjawab tantangan regenerasi petani, perkembangan teknologi pertanian, dan kebutuhan akan ketahanan pangan nasional.
Memasuki hari terakhir pelaksanaan diklat, semangat para peserta tidak surut. Di sela udara dingin khas Puncak Bogor, diskusi masih berlangsung di bawah tenda-tenda yang berdiri di lereng Citeko Panjang. Dari kawasan itu, Tani Merdeka Indonesia berharap lahir kader-kader yang tidak hanya kuat dalam membangun organisasi, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak pertanian dan kedaulatan pangan hingga ke pelosok Jawa Barat. (Rist)