DMNETWORK.COM – BANYUMAS – Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, melakukan kunjungan ke Kampung Adat Banokeling di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Selasa sore, 19 Mei 2026. Dalam agenda tersebut, Don Muzakir menegaskan pentingnya menjaga kelestarian budaya lokal, terutama tradisi lumbung padi yang selama ini menjadi bagian penting kehidupan masyarakat adat setempat.
Kedatangan Don Muzakir disambut hangat oleh masyarakat adat Banokeling. Suasana penuh kekeluargaan terasa saat dirinya berbaur dengan warga dan tokoh adat dalam rangkaian silaturahmi serta dialog mengenai pertanian dan ketahanan pangan.
Bang Don, sapaan akrabnya, mengaku kagum melihat masyarakat Banokeling yang hingga kini tetap mempertahankan tradisi lumbung padi di tengah perubahan zaman. Menurutnya, keberadaan lumbung padi bukan sekadar simbol budaya warisan leluhur, melainkan bentuk nyata kemandirian masyarakat dalam menjaga ketersediaan pangan.
“Tradisi seperti ini harus terus dijaga karena menjadi kekuatan masyarakat desa. Lumbung padi bukan hanya bagian dari budaya, tetapi juga penyangga ketahanan pangan warga,” ujar Don Muzakir di sela kunjungan.
Dalam kesempatan tersebut, Don Muzakir juga meninjau langsung sejumlah lumbung padi milik warga adat Bonokeling. Ia berdialog dengan masyarakat terkait kondisi pertanian, pola tanam, hingga tantangan yang dihadapi petani saat ini.
Menurutnya, semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat Bonokeling menjadi contoh penting bagi daerah lain dalam membangun ketahanan pangan berbasis komunitas. Ia menilai, masyarakat adat memiliki pengetahuan lokal yang terbukti mampu bertahan selama puluhan bahkan ratusan tahun.
Don Muzakir menyampaikan apresiasi kepada masyarakat adat Banokeling yang dinilai konsisten menjaga adat istiadat, termasuk tradisi menyimpan hasil panen di lumbung padi sebagai cadangan pangan keluarga maupun komunitas.
Ia menegaskan, pemerintah bersama berbagai elemen masyarakat perlu memberikan perhatian terhadap keberlangsungan kampung adat dan tradisi pertanian lokal agar tidak tergerus modernisasi.
“Ketahanan pangan tidak hanya berbicara soal produksi, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu mandiri dan memiliki cadangan pangan sendiri. Apa yang dilakukan masyarakat Bonokeling ini patut dijaga dan dilestarikan,” katanya.
Selain berdiskusi soal pertanian, kunjungan tersebut juga menjadi momentum mempererat hubungan antara Tani Merdeka Indonesia dengan masyarakat adat. Don Muzakir berharap nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan leluhur tetap hidup dan menjadi bagian penting pembangunan bangsa.
Masyarakat adat Bonokeling sendiri dikenal sebagai komunitas yang masih memegang teguh tradisi leluhur, termasuk dalam tata kehidupan sosial, budaya, hingga sistem pertanian tradisional yang berbasis kebersamaan dan keseimbangan alam.(gk)