Pengurus APPSI harus turun ke pasar. Jangan sampai kebijakan sudah ada, tetapi pedagang justru tidak mengetahui atau tidak bisa mengaksesnya,” ujarnya.
GORONTALO, DMNETWORK — Ketua Harian DPP Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Don Muzakir meminta pengurus APPSI Provinsi Gorontalo mengawal akses pembiayaan bagi pedagang. Salah satu yang menjadi perhatian adalah program kredit di bawah Rp100 juta tanpa agunan yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pesan itu disampaikan Don Muzakir saat melantik pengurus DPW APPSI Provinsi Gorontalo di Pasar Sentral Kota Gorontalo, Rabu, 19 Agustus 2026.
Menurut Don Muzakir, persoalan modal masih menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi pedagang. Keterbatasan modal membuat sebagian pedagang kesulitan menambah stok barang maupun mengembangkan usaha.
Karena itu, kata dia, kebijakan pemerintah mengenai kemudahan pembiayaan harus benar-benar sampai kepada pedagang di pasar.
“Program kredit di bawah Rp100 juta untuk pedagang tanpa agunan ini harus kita kawal. Ini program Presiden Prabowo yang tujuannya mewujudkan kesejahteraan pedagang,” kata Don Muzakir.
Ia meminta pengurus APPSI Gorontalo tidak hanya menyampaikan informasi mengenai program tersebut, tetapi juga mendampingi pedagang dalam memahami mekanisme dan persyaratan yang berlaku.
Menurut Don Muzakir, kemudahan memperoleh modal dapat memberikan ruang bagi pedagang untuk meningkatkan kapasitas usaha tanpa terbebani persyaratan pinjaman yang sulit dipenuhi.
“Pengurus APPSI harus turun ke pasar. Jangan sampai kebijakan sudah ada, tetapi pedagang justru tidak mengetahui atau tidak bisa mengaksesnya,” ujarnya.
Don Muzakir mengatakan APPSI harus menjadi jembatan antara pedagang dan pemerintah. Persoalan yang dihadapi pedagang di setiap daerah, menurut dia, tidak selalu sama sehingga diperlukan organisasi yang memahami kondisi lapangan.
“APPSI tidak boleh hanya mengurus organisasi. Kita harus mendengar langsung apa yang menjadi persoalan pedagang,” katanya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo Fayzal Lamakaraka mengatakan pemerintah daerah mendukung penguatan organisasi pedagang. Menurut dia, APPSI dapat menjadi mitra pemerintah dalam menyerap berbagai persoalan yang terjadi di pasar.
“APPSI ini penting karena pemerintah tidak mungkin mengetahui semua persoalan pedagang tanpa mendengar langsung dari mereka,” kata Fayzal.
Ia mengatakan komunikasi antara pemerintah dan pedagang perlu dibangun secara dua arah. Masukan dari pedagang dibutuhkan agar kebijakan yang dibuat pemerintah sesuai dengan kondisi di lapangan.
Sementara itu, Ketua DPW APPSI Provinsi Gorontalo Ismail Alulu mengatakan kepengurusan yang baru dilantik akan segera memperkuat komunikasi dengan pedagang di sejumlah pasar.
Menurut Ismail, aspirasi pedagang akan dihimpun untuk kemudian dibahas bersama pemerintah daerah dan pihak terkait.
“APPSI Gorontalo tidak ingin hanya ada namanya. Kami ingin pengurus turun langsung bertemu pedagang, mendengar masalah mereka, lalu mencari jalan keluarnya bersama pemerintah,” kata Ismail.
Ia menambahkan, APPSI Gorontalo juga akan membantu pedagang memahami berbagai program pemerintah yang berkaitan dengan usaha dan akses pembiayaan.