KARAWANG, DMNetwork – Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, meminta seluruh pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Karawang menjadi mata dan telinga Presiden Prabowo Subianto dalam mengawal pelaksanaan PROGRAM-PROGRAMNYA pertanian di tingkat akar rumput.
Pesan tersebut disampaikan Don Muzakir saat memberikan pengarahan dalam Musyawarah Daerah (Musda) dan Pengukuhan DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Karawang, Senin (22/6/2026).
Menurut Don Muzakir, keberadaan Tani Merdeka harus mampu menjadi jembatan antara pemerintah dan petani. Setiap persoalan yang muncul di lapangan, mulai dari distribusi sarana produksi, kebutuhan petani, hingga kendala budidaya, harus dapat dihimpun dan disampaikan sebagai masukan bagi pemerintah.
“Kita harus menjadi mata dan telinga Bapak Presiden Prabowo dalam menjalankan program-program pertanian. Apa yang terjadi di sawah, apa yang menjadi kebutuhan petani, harus kita dengarkan, kita catat, dan kita perjuangkan bersama,” kata Don Muzakir.
Ia menegaskan, organisasi yang dipimpinnya bukan sekadar wadah berhimpun, melainkan mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan nasional.
Namun, Don Muzakir juga mengingatkan agar kedekatan Tani Merdeka dengan pemerintah tidak menjadi alasan bagi para pengurus untuk membangun sekat-sekat politik di tengah masyarakat.
Ia meminta seluruh pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Karawang yang dipimpin Putri Pasaribu, S.M. untuk tetap merangkul seluruh petani tanpa membedakan pilihan politik pada pemilu lalu.
“Saya berharap, mentang-mentang organisasi kita ini organisasi Presiden, organisasi Wakil Menteri Pertanian, kita tidak merespons negatif orang-orang yang mungkin berbeda pilihan politik dengan kita,” ujarnya.
Menurut dia, dinamika politik di tingkat desa merupakan hal yang wajar dan tidak boleh menghambat semangat gotong royong dalam membangun sektor pertanian.
“Masyarakat di desa itu kadang-kadang ada perbedaan pilihan. Itu harus direspons dengan baik, dirangkul. Jangan sampai hanya karena logo kita ada Pak Presiden Prabowo Subianto lalu kita mempertanyakan siapa yang dipilih pada pemilu kemarin. Jangan begitu,” katanya.
Don Muzakir menekankan bahwa tujuan utama Tani Merdeka adalah memperjuangkan kesejahteraan petani, bukan memperpanjang polarisasi politik yang dapat memecah persatuan masyarakat.
“Apa yang kita lakukan hari ini adalah untuk kesejahteraan. Kita berjuang untuk kesejahteraan seluruh petani yang ada di Indonesia, khususnya di Karawang. Jaga persatuan dan kesatuan, itu yang paling penting,” tegasnya.
Musda dan pengukuhan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi dalam memperkuat peran Tani Merdeka di salah satu lumbung padi nasional. Melalui kepengurusan baru, organisasi diharapkan semakin aktif mendampingi petani, menyerap aspirasi dari lapangan, serta mengawal berbagai program pertanian pemerintah agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh petani tanpa memandang perbedaan pilihan politik.
Acara ditutup dengan pekikan yel-yel “Tani Merdeka Jaya” dan “Petani Sejahtera” yang dipimpin Don Muzakir bersama jajaran pengurus baru, menandai semangat kebersamaan untuk memperkuat solidaritas petani di Kabupaten Karawang. (Rist)