Editorial Malam: Seorang Penyayang Anak, Sudaryono Menjadi Kepala BGN: Kado Termanis Hari Anak Nasional 2026

4 Min Read
Karo termanis di hari anak nasional 2026 (poster)

Anak-anak sesungguhnya tidak pernah peduli siapa kepala badan, siapa menteri, atau siapa pejabat. Mereka hanya mengenal rasa lapar dan rasa kenyang. 

DMNETWORK – Ada kebetulan yang kadang terasa seperti puisi. Bukan karena ia dirancang demikian, melainkan karena waktu tahu persis kapan harus mempertemukan dua peristiwa.
Tanggal 22 Juli 2026, Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Sehari kemudian, Indonesia memperingati Hari Anak Nasional, 23 Juli. Jarak keduanya hanya semalam. Tetapi maknanya bisa melampaui hitungan kalender.
Seorang sahabat pernah berkata, anak-anak tidak pernah meminta istana yang megah. Mereka hanya meminta piring yang tidak kosong.
Kalimat itu terus terngiang ketika nama Sudaryono diumumkan memimpin lembaga yang menjadi ujung tombak pemenuhan gizi nasional. Sebab BGN bukan sekadar kantor pemerintah. Ia adalah dapur harapan. Tempat negara diuji, bukan oleh pidato, melainkan oleh seberapa sering anak-anak bisa pulang sekolah dengan perut kenyang.
Sudaryono datang dari dunia pertanian. Ia mengenal sawah sebelum mengenal ruang rapat. Ia lebih dahulu berbicara tentang benih, pupuk, irigasi, dan panen sebelum berbicara mengenai anggaran triliunan rupiah.

Pengalaman itu membuatnya memahami satu kenyataan sederhana. Gizi yang baik tidak pernah lahir dari meja rapat. Ia tumbuh dari tanah yang subur, petani yang sejahtera, dan rantai pangan yang bekerja dengan jujur.
Anak-anak sesungguhnya tidak pernah peduli siapa kepala badan, siapa menteri, atau siapa pejabat. Mereka hanya mengenal rasa lapar dan rasa kenyang. 

Mereka mengenal telur, susu, sayur, ikan, dan nasi. Politik berhenti di pagar sekolah. Yang masuk ke ruang kelas hanyalah makanan yang menentukan apakah mereka mampu berkonsentrasi atau justru tertidur karena kekurangan energi.
Karena itu, jabatan Kepala BGN bukanlah kursi kehormatan. Ia lebih menyerupai kursi makan yang harus selalu tersedia bagi jutaan anak Indonesia.
Hari Anak Nasional sering dipenuhi balon, panggung hiburan, lomba mewarnai, dan pidato yang panjang. Semua itu baik. 

Tetapi sejarah menunjukkan bahwa anak-anak tumbuh bukan karena seremoni. Mereka tumbuh karena gizi yang cukup, kesehatan yang terjaga, dan kasih sayang yang tidak putus.
Mungkin itulah sebabnya pelantikan Sudaryono sehari sebelum Hari Anak Nasional terasa memiliki bahasa simboliknya sendiri. Seolah negara ingin mengatakan bahwa hadiah terbaik bagi anak bukan hanya ucapan “Selamat Hari Anak”, melainkan memastikan mereka memperoleh hak paling dasar untuk hidup sehat.
Anak-anak tidak membutuhkan pemimpin yang pandai difoto bersama mereka. Mereka membutuhkan pemimpin yang memastikan isi kotak makan siang mereka tidak berkurang.
Di situlah ukuran keberhasilan Sudaryono kelak akan ditentukan. Bukan oleh seberapa sering namanya muncul di media, tetapi oleh seberapa banyak anak Indonesia yang tumbuh lebih tinggi, lebih sehat, lebih cerdas, dan lebih percaya diri karena kebutuhan gizinya terpenuhi.
Orang bijak pernah mengajarkan bahwa bangsa ini sering terlalu sibuk membicarakan yang besar, padahal kehidupan disusun oleh perkara-perkara kecil. Dan di antara perkara kecil itu, mungkin tidak ada yang lebih penting daripada memastikan seorang anak tidak tidur dalam keadaan lapar.
Jika kelak program gizi nasional benar-benar menjangkau hingga desa-desa terpencil, menggerakkan petani, menghidupkan pasar rakyat, memberdayakan dapur masyarakat, sekaligus menyehatkan generasi penerus, maka orang akan mengingat bahwa pada Juli 2026 negara pernah memberikan hadiah yang sederhana tetapi amat berharga.
Hadiah itu bukan pita. Bukan pula kembang api.
Melainkan harapan bahwa setiap anak Indonesia berhak tumbuh dengan tubuh yang sehat, akal yang cerdas, dan masa depan yang tidak dikalahkan oleh rasa lapar. Sebuah harapan yang, barangkali, menjadi kado termanis bagi Hari Anak Nasional 2026. Redaksi 

- Iklan -
Ad imageAd image
Share This Article
error: Content is protected !!