Nanik Sudaryati Deyang Buka Suara, Ungkap Alasan Mundur dari BGN dan Bantah Isu yang Beredar

3 Min Read
Ketika Nanik S Deyang dijenguk Hasan Nasby saat berobat di rumah sakit (foto: tangkapan layar FB)

Bismillah kuat dan pasti bisa,” tulis Nanik kepada Sudaryono, seraya berkelakar bahwa dirinya merasa belum memiliki mental yang cukup kuat untuk menjadi seorang pejabat.

JAKARTA, DMNETWORK – Nanik Sudaryati Deyang akhirnya angkat bicara setelah beredarnya berbagai pemberitaan mengenai kondisi kesehatan dan pengunduran dirinya dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Melalui akun Facebook pribadinya, ia menyampaikan klarifikasi sekaligus curahan hati terkait kabar yang berkembang dalam beberapa hari terakhir.
Dalam unggahannya, Nanik mengaku heran melihat derasnya spekulasi yang beredar di media sosial maupun sejumlah media massa. Menurut dia, sedikitnya ada tiga media arus utama yang menulis informasi yang tidak sesuai dengan fakta.

“Saya sampai malu melihat kerja sebagian wartawan dan media seperti itu. Akhirnya masyarakat semakin sulit membedakan mana berita yang benar dan mana yang hoaks,” tulis Nanik.

Ia mengungkapkan, saat ini dirinya memang sedang berada di luar negeri untuk menjalani pemeriksaan kesehatan lanjutan atau second opinion. Sebelum berangkat, ia lebih dahulu menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Jakarta selama lebih dari sepekan.

- Iklan -
Ad imageAd image

Nanik menjelaskan, setelah menjalani CT Scan jantung dan tindakan kateterisasi, dokter menyatakan terdapat penyumbatan pada jantungnya. Kondisi itu membuatnya memutuskan mengajukan pengunduran diri sebagai Kepala BGN pada 12 Juli 2026.

Keputusan tersebut, kata dia, telah disampaikan secara langsung kepada Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Bahkan, ia mengaku menuliskan penjelasan panjang mengenai alasan pengunduran dirinya.

Menurut Nanik, Dasco meminta dirinya untuk tidak terburu-buru membahas pengunduran diri dan lebih memprioritaskan pemulihan kesehatan.

“Beliau mengatakan, kesehatan lebih penting daripada apa pun. Saya diminta fokus menjalani pengobatan terlebih dahulu,” tulisnya.

Nanik juga mengungkapkan bahwa selama menjabat di BGN, sejumlah kebijakan penting, seperti moratorium Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), refocusing program, hingga penutupan sejumlah SPPG, kerap ia konsultasikan kepada Dasco.

- Iklan -
Ad image

Dalam unggahan yang sama, Nanik membantah berbagai spekulasi yang mengaitkan dirinya dengan proses hukum. Ia menyinggung pemberitaan yang menyebut dirinya berpotensi diperiksa Kejaksaan Agung.

Menurut dia, kabar tersebut tidak berdasar. Bahkan, ia mengaku menerima doa dan perhatian dari sejumlah anggota Kabinet Merah Putih, termasuk Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Ia juga mempertanyakan pemberitaan yang mengutip pernyataan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, padahal menurut informasi yang diterimanya, pejabat tersebut sedang sakit dan belum aktif bekerja pada saat berita itu diterbitkan.

Menutup unggahannya, Nanik mengatakan dirinya masih harus menjalani rangkaian pemeriksaan kesehatan sebelum menentukan langkah pengobatan berikutnya.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada Sudaryono yang kini dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional.

“Bismillah kuat dan pasti bisa,” tulis Nanik kepada Sudaryono, seraya berkelakar bahwa dirinya merasa belum memiliki mental yang cukup kuat untuk menjadi seorang pejabat.***

Share This Article
error: Content is protected !!