Festival Bawang Merah Brebes Dibuka, Don Muzakir Dorong Petani Naik Kelas hingga Pasar Ekspor

3 Min Read
Menko pangan Zulkifli Hasan dan Don Muzakir, ketua umum DPN TMI jakarta saat melepas eksport bawang Brebes ke Korea Selatan (foto: joashua/DMNetwork)

Bawang merah Brebes memiliki pasar yang besar, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri,” ujar Don Muzakir

BREBES, DMNETWORK – Festival Bawang Merah digelar di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (12/9/2026).

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan membuka festival yang menjadi ajang pengembangan potensi komoditas bawang merah sekaligus penguatan kesejahteraan petani.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir turut menghadiri kegiatan tersebut.

Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma dan sejumlah bupati se-Jawa Tengah juga hadir dalam festival itu.

- Iklan -
Ad imageAd image

Dorong bawang merah Brebes masuk pasar internasional

Zulkifli Hasan menyebut bawang merah merupakan salah satu komoditas pertanian yang berpotensi dikembangkan di Brebes.

Selain memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri, komoditas tersebut memiliki peluang untuk menembus pasar ekspor.

Menurut Zulkifli, pengembangan bawang merah sejalan dengan upaya Presiden Prabowo Subianto meningkatkan kesejahteraan petani.

Peningkatan produksi, kata dia, perlu diikuti kepastian pasar dan harga agar hasil kerja petani memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.

Don Muzakir mengatakan potensi bawang merah Brebes perlu terus dikembangkan.

- Iklan -
Ad image

“Bawang merah Brebes memiliki pasar yang besar, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri,” ujar Don Muzakir dalam keterangan yang disampaikan pada kegiatan tersebut.

Menurut dia, peluang ekspor harus dimanfaatkan untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani.

Petani tidak cukup hanya meningkatkan produksi

Don Muzakir menilai keberhasilan sektor pertanian tidak cukup diukur dari banyaknya hasil panen.

Petani juga harus memperoleh harga yang baik dan memiliki akses pasar yang jelas.

Karena itu, dia mendorong pengembangan bawang merah dilakukan dari hulu hingga hilir.

Penguatan produksi perlu dibarengi dengan peningkatan kualitas, pengemasan, distribusi, akses pasar, serta kelembagaan petani.

“Petani tidak cukup hanya didorong untuk meningkatkan produksi. Mereka juga harus mendapatkan nilai tambah dari hasil pertaniannya,” kata Don Muzakir.

Dia menambahkan, dukungan sarana produksi dan penguatan kelembagaan menjadi bagian penting agar petani dapat naik kelas.

Brebes selama ini dikenal sebagai salah satu sentra bawang merah nasional. Potensi tersebut dinilai menjadi modal untuk memperkuat posisi petani sekaligus memperluas pasar komoditas.

Pemerintah daerah dan pelaku usaha perlu terlibat

Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma hadir dalam festival bersama sejumlah kepala daerah lainnya.

Pemerintah daerah dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan produksi bawang merah dan memperkuat ekosistem perdagangan komoditas tersebut.

Ketua Umum Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) H. Dian Alex Chandra turut hadir dalam kegiatan itu.

Kehadiran organisasi petani dan pelaku usaha diharapkan memperkuat hubungan antara petani, pemerintah, dan pasar.

Festival Bawang Merah Brebes menjadi ruang untuk mempertemukan potensi produksi pertanian dengan peluang pengembangan pasar.

Bagi Tani Merdeka Indonesia, tantangan pengembangan bawang merah tidak hanya terletak pada peningkatan produksi.

Kepastian pasar, harga yang layak, kualitas, dan nilai tambah menjadi faktor penting agar peningkatan produksi benar-benar meningkatkan kesejahteraan petani. (joasua)

Share This Article
error: Content is protected !!