Gibran Rakabuming Lepas Lampion Waisak 2026, Spektakuler! Langit Borobudur Bersinar Damai

5 Min Read
Gibran Rakabuming melepas lampion Waisak 2026 di Candi Borobudur bersama umat Buddha dan Walubi ( GK/DMnetwork)
DMNETWORK.COM — Perayaan Waisak Nasional 2026 di Candi Borobudur kembali menghadirkan momen yang sarat makna sekaligus memukau secara visual. Ribuan lampion yang diterbangkan ke langit malam menjadi simbol harapan, perdamaian, dan persaudaraan yang menyatukan umat Buddha serta masyarakat dari berbagai daerah.
Salah satu perhatian utama dalam perayaan tersebut adalah kehadiran Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, yang turut mengikuti prosesi pelepasan lampion bersama Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Hartati Murdaya, pada Minggu malam, 31 Mei 2026.
Momen pelepasan lampion menjadi puncak rangkaian perayaan Waisak yang berlangsung di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Ribuan pengunjung yang memadati area pelataran candi tampak antusias menyaksikan cahaya-cahaya lampion yang perlahan terbang menuju langit malam.
Gibran Rakabuming Ikut Lepas Lampion Waisak 2026
Sekitar pukul 23.02 WIB, sebuah lampion berukuran besar dilepas dari kawasan Marga Utama Borobudur sebagai penanda dimulainya festival lampion Waisak. Prosesi tersebut berlangsung khidmat dan penuh suasana kebersamaan.
Sebelum lampion diterbangkan, para peserta mengikuti ritual penyalaan lentera perdamaian. Tradisi ini menjadi simbol doa dan harapan agar kehidupan masyarakat dunia dipenuhi kedamaian, keharmonisan, serta semangat welas asih.
Kehadiran Gibran Rakabuming dalam prosesi tersebut memberikan makna tersendiri bagi perayaan Waisak tahun ini. Kehadirannya dinilai sebagai bentuk dukungan terhadap nilai-nilai toleransi, keberagaman, dan kerukunan antarumat beragama yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa di Indonesia.
Banyak pengunjung mengabadikan momen ketika lampion-lampion mulai memenuhi langit Borobudur. Cahaya yang bergerak perlahan menciptakan panorama yang menenangkan sekaligus mengesankan.
Festival Lampion Borobudur Jadi Simbol Perdamaian
Festival lampion merupakan salah satu agenda yang paling dinantikan dalam perayaan Waisak di Borobudur. Tradisi ini tidak sekadar menjadi atraksi visual, melainkan mengandung makna spiritual yang mendalam bagi umat Buddha.
Lampion yang diterbangkan melambangkan pelepasan berbagai sifat negatif dalam diri manusia, seperti kebencian, keserakahan, dan penderitaan. Sebaliknya, cahaya yang menyala menjadi simbol harapan menuju kehidupan yang lebih baik, bijaksana, dan penuh kasih.
Di tengah suasana malam yang hening, ribuan lampion tampak melayang perlahan ke angkasa. Pemandangan tersebut menghadirkan nuansa reflektif yang membuat banyak pengunjung larut dalam suasana spiritual perayaan Waisak.
Tidak sedikit wisatawan yang datang dari luar daerah mengaku terkesan dengan pengalaman menyaksikan festival lampion secara langsung. Selain keindahan visualnya, suasana kebersamaan yang tercipta menjadi daya tarik tersendiri.
Drone Show Tampilkan Perjalanan Hidup Buddha
Sebelum pelepasan lampion dimulai, pengunjung juga disuguhkan pertunjukan drone show yang memadukan unsur teknologi dengan pesan-pesan spiritual.
Ratusan drone diterbangkan secara terkoordinasi membentuk berbagai visual di langit Borobudur. Formasi cahaya tersebut menggambarkan sejumlah kisah penting dalam perjalanan hidup Siddhartha Gautama hingga mencapai pencerahan dan menjadi Buddha.
Atraksi modern itu berhasil menarik perhatian ribuan pengunjung yang memenuhi kawasan candi. Perpaduan antara teknologi dan nilai budaya memberikan pengalaman yang berbeda dalam perayaan Waisak tahun ini.
Pertunjukan drone juga menjadi bukti bahwa pelestarian tradisi dapat berjalan berdampingan dengan perkembangan teknologi tanpa menghilangkan nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.
Borobudur Kembali Menjadi Pusat Perayaan Waisak Dunia
Sebagai situs warisan budaya dunia, Candi Borobudur kembali menunjukkan perannya sebagai pusat perayaan Waisak yang mampu menarik perhatian masyarakat nasional maupun internasional.
Setiap tahun, ribuan umat Buddha dan wisatawan datang ke Borobudur untuk mengikuti rangkaian kegiatan Waisak. Tidak hanya menjadi momentum keagamaan, perayaan ini juga memperkuat citra Borobudur sebagai destinasi wisata spiritual kelas dunia.
Perayaan Waisak 2026 menjadi bukti bahwa nilai-nilai universal seperti perdamaian, toleransi, dan persaudaraan masih relevan serta terus dijaga oleh masyarakat Indonesia.
Di bawah langit Magelang yang diterangi ribuan cahaya lampion, doa-doa dan harapan kembali diterbangkan menuju angkasa. Cahaya yang menghiasi malam Borobudur bukan sekadar pemandangan indah, melainkan simbol semangat kebersamaan yang terus hidup dari generasi ke generasi.
Kehadiran Gibran Rakabuming dalam prosesi pelepasan lampion semakin menegaskan pesan bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa. Melalui perayaan Waisak, Borobudur kembali mengingatkan dunia tentang pentingnya menjaga perdamaian dan harmoni dalam kehidupan bersama.(*)
Share This Article