Sudaryono “Ngeluruk” Kementerian ATR/BPN, Bahas Masa Depan Tanah Pertanian Bersama Nusron Wahid

3 Min Read
Ketika wamentan Sudaryono berdialog dengan menteri ATR BPN Nusron Wahid
JAKARTA, DMNETWORK — Upaya memperkuat fondasi swasembada pangan nasional tidak hanya dilakukan di sawah dan ladang. Di balik layar, langkah strategis juga ditempuh melalui sinkronisasi data pertanian dan pertanahan. Dalam semangat itulah Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, mendatangi kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional untuk bertemu Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).
Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Menteri ATR/BPN tersebut bukan sekadar audiensi biasa. Sudaryono datang membawa satu agenda besar: memastikan data pertanian dan data pertanahan dapat terintegrasi dalam satu arah kebijakan yang sama demi mendukung ketahanan pangan nasional.
Di tengah meningkatnya kebutuhan produksi pangan dan perlindungan lahan pertanian, integrasi data dinilai menjadi kebutuhan mendesak. Kementerian ATR/BPN memiliki berbagai peta tematik pertanahan yang dapat dimanfaatkan Kementerian Pertanian untuk memetakan potensi lahan, mengoptimalkan distribusi pupuk, hingga menyusun kebijakan berbasis kondisi riil di lapangan.
Bagi Sudaryono, data yang akurat merupakan senjata penting dalam perjuangan meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan peta yang lebih presisi, pemerintah dapat mengetahui kondisi lahan secara lebih detail, mengidentifikasi kawasan pertanian produktif, sekaligus menjaga agar lahan pangan tidak terus tergerus alih fungsi.
Sinergi dua kementerian ini juga dipandang sebagai bagian dari strategi besar pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. Ketika data pertanahan dan pertanian terhubung, berbagai program pemerintah dapat dijalankan lebih tepat sasaran, mulai dari penyaluran pupuk bersubsidi, perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan, hingga pengembangan sentra produksi pangan nasional.
Menteri Nusron Wahid menyambut baik langkah kolaboratif tersebut. Integrasi data diyakini akan memperkuat tata kelola lahan sekaligus memberikan kepastian bagi pembangunan sektor pertanian yang lebih berkelanjutan.
Pertemuan itu turut dihadiri Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan beserta jajaran pejabat teknis dari Kementerian ATR/BPN yang membidangi pendaftaran tanah, survei dan pemetaan, pengendalian tata ruang, serta pengelolaan data pertanahan.
Di tengah tantangan menjaga ketahanan pangan nasional, pertemuan Sudaryono dan Nusron memperlihatkan bahwa urusan pangan tidak lagi hanya berbicara soal benih, pupuk, dan panen. Pangan hari ini juga berbicara tentang data, peta, dan kepastian ruang. Dari ruang rapat di Jakarta itulah arah kebijakan pertanian masa depan mulai dirancang. (GRIS)
Share This Article