BANTUL, DMNETWORK – Seniman dan budayawan Ki Mujar Sangkerta terus mengembangkan Wayang Milehnium Wae sebagai gerakan seni yang membuka ruang kreativitas bagi generasi muda. Melalui workshop yang digelar di Galeri Lorong, Dusun Jeblog, Nitiprayan, Bugisan, Bantul, peserta diajak menciptakan wayang berdasarkan gagasan dan pengalaman mereka sendiri.
Konsep tersebut menjadi ciri khas Wayang Milehnium Wae yang tidak membatasi bentuk tokoh pada figur-figur pewayangan klasik. Sebaliknya, peserta bebas menghadirkan karakter yang lahir dari kehidupan sehari-hari, mulai dari tokoh dunia, hewan, benda, hingga simbol-simbol yang berkembang dalam budaya populer.
Ki Mujar Sangkerta menjelaskan bahwa pendekatan ini merupakan bagian dari upaya menjembatani tradisi dengan perkembangan zaman. Menurutnya, generasi muda akan lebih mudah mengenal dunia wayang apabila diberi kesempatan untuk menciptakan tokohnya sendiri sebelum memahami nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya.
Workshop berlangsung dalam suasana santai dan penuh interaksi. Para peserta terlihat menikmati proses berkarya sambil berdiskusi mengenai karakter yang mereka buat. Aktivitas tersebut memperlihatkan bahwa wayang dapat menjadi media pembelajaran seni yang inklusif sekaligus menyenangkan.
Karya-karya yang dihasilkan tidak berhenti pada proses workshop. Seluruh hasil peserta dipamerkan di Galeri Lorong sebagai bagian dari Pameran Seni Kriya sehingga dapat dinikmati masyarakat luas. Langkah tersebut diharapkan menjadi ruang dialog antara seni tradisi dan seni kontemporer.
Selama beberapa tahun terakhir, Ki Mujar Sangkerta dikenal aktif mengembangkan Wayang Milehnium Wae sebagai bentuk inovasi dalam dunia pewayangan. Melalui berbagai pameran, pertunjukan, dan lokakarya, ia berupaya menghadirkan wajah baru wayang yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat modern tanpa melepaskan nilai budaya yang menjadi fondasinya.***