mempraktikkan penanaman sesuai jarak tanam yang telah ditentukan
TEMANGGUNG, DMNETWORK – Memindahkan bibit dari persemaian menuju lahan tanam menjadi tahapan penting dalam budidaya tembakau. Kesalahan pada proses ini dapat menghambat pertumbuhan bahkan menyebabkan bibit mati.
Dalam pelatihan budidaya tembakau di Bapeltan Soropadan, praktik pengambilan bibit, penanaman, sekaligus pemupukan awal dipandu oleh Sri Widarmanto yang biasa dipanggil Wiwid.
Peserta diajarkan cara mencabut bibit secara hati-hati agar akar tetap utuh, tanpa merusak struktur tanah yang ada di dalam pohon tembakau itu.
Sebelum dipindahkan ke lokasi penanaman, bibit yang didalam tray terlebih dahulu disiram dengan air sampai lembab dan basah. Agar mempermudah untuk mengambil bibit beserta tanah yang menempel di akar tanpa merusak struktur tanah yang sudah tumbuh di struktur tanah di sekitar batang rumputnya.
Selanjutnya peserta mempraktikkan penanaman sesuai jarak tanam yang telah ditentukan. Penempatan bibit dilakukan tegak sesuai lubang yang telah kita buat agar sistem perakaran berkembang sempurna.
Wiwid juga menjelaskan pentingnya pemberian pupuk dasar sebagai sumber unsur hara awal.
Pemupukan awal dilakukan setelah bibit itu masuk kedalam lubang tanah, dan dilakukan secara tepat agar akar muda tidak mengalami kerusakan akibat konsentrasi pupuk yang terlalu tinggi.
“Pupuk kandang yang sudah difermentasi ditabur di sekitar pohon, jangan sampai nempel di daun, baru kemudian disiram dengan air,” jelasnya.
Menurutnya, kombinasi antara bibit berkualitas, teknik tanam yang benar, dan pemupukan awal menjadi faktor utama yang menentukan pertumbuhan tanaman pada minggu-minggu pertama. ***