Perjalanan Pulang Tiga Jam Tak Hentikan Nyanyian, Peserta TMI Banjarnegara Bawa Pulang Kenangan dari Bapeltan

2 Min Read
Empat peserta Diklat TMI dari kabupaten Banjarnegara Jawa tengah (foto: Arist)
TEMANGGUNG, DMNETWORK – Berakhirnya Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Angkatan II Jawa Tengah di Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Soropadan Pringsurat, Temanggung, Minggu (5/7/2026), ternyata tidak serta-merta mengakhiri semangat kebersamaan para peserta. Suasana yang terbangun selama mengikuti pelatihan masih terbawa hingga perjalanan pulang menuju daerah masing-masing.
Hal itu dirasakan rombongan DPD TMI Kabupaten Banjarnegara yang dipimpin Muhammad Ali. Bersama empat anggotanya, yakni Nur Widayat, Nihrom, Ellafira Exi Murtiana, dan M. Shofaul Huda, mereka menempuh perjalanan sekitar tiga jam dari Temanggung menuju Banjarnegara.
Namun, perjalanan yang cukup panjang itu tidak diisi dengan tidur untuk melepas lelah atau membicarakan hal-hal lain. Sepanjang perjalanan, mereka justru terus bernyanyi bersama, mengenang suasana yang mereka rasakan selama berada di Bapeltan.
“Gong Galigale galigung huu haaa…” menjadi penggalan lagu yang berulang kali mereka lantunkan.
“Lagu itu masih terus terngiang di telinga kami. Rasanya seperti belum benar-benar meninggalkan Bapeltan,” kata Muhammad Ali.
Menurutnya, kebersamaan yang terjalin selama mengikuti diklat telah melahirkan rasa persaudaraan yang kuat antarkader Tani Merdeka Indonesia dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Selama mengikuti diklat, peserta memperoleh pembekalan mengenai kepemimpinan organisasi, penguatan kelembagaan kader, wawasan kebangsaan, serta arah pembangunan pertanian nasional. Berbagai kegiatan, mulai dari diskusi, apel, hingga kebersamaan di luar ruang kelas, menjadi bagian dari proses membangun solidaritas antarpeserta.
Pada acara penutupan, Wakil Menteri Pertanian sekaligus Ketua Dewan Pembina DPN Tani Merdeka Indonesia, Sudaryono, mengajak seluruh kader untuk tetap solid mengawal program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Ia juga mengingatkan agar kader Tani Merdeka Indonesia terus hadir di tengah masyarakat sebagai penggerak yang mampu memberikan manfaat bagi para petani.
Bagi rombongan Banjarnegara, berakhirnya diklat bukan menjadi akhir dari perjalanan. Lagu yang terus mereka nyanyikan di sepanjang perjalanan pulang menjadi simbol bahwa semangat persaudaraan, gotong royong, dan pengabdian yang tumbuh di Bapeltan akan terus mereka bawa saat kembali mengabdi di daerah masing-masing.***
Share This Article