Usai Diklat, Bapeltan Kembali Menjadi Rumah Pembelajaran Pertanian

2 Min Read
Ruangan yang menyimpan kenangan peserta Diklat TMI angkatan kedua Jawa Tengah (foto: Arist)

TEMANGGUNG, DMNETWORK – Kini suasana di Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jawa Tengah di Soropadan, Pringsurat, Temanggung, kembali tenang. Lapangan yang selama beberapa hari dipenuhi ratusan peserta Diklat Tani Merdeka Indonesia (TMI) Angkatan II Jawa Tengah kini kembali lengang. Tenda-tenda telah dibongkar, barisan peserta telah pulang ke daerah masing-masing, dan hanya tersisa aktivitas rutin para pegawai serta hamparan lahan praktik pertanian yang kembali menjadi pusat pembelajaran.

Bapeltan Jawa Tengah merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang bertugas meningkatkan kualitas sumber daya manusia pertanian melalui berbagai pendidikan, pelatihan, dan pemberdayaan petani, penyuluh, maupun pelaku usaha pertanian. Tempat ini menjadi salah satu pusat pengembangan kompetensi pertanian di Jawa Tengah.

Di dalam kawasan Bapeltan tersedia berbagai fasilitas pendukung pelatihan, mulai dari ruang kelas, aula, asrama peserta, ruang pertemuan, laboratorium lapangan, hingga lahan praktik yang dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Peserta tidak hanya menerima materi di dalam ruangan, tetapi juga belajar langsung melalui praktik budidaya tanaman dan pengelolaan usaha tani.

Kawasan ini juga memiliki berbagai demplot atau lahan percontohan pertanian. Di antaranya pengembangan tanaman pangan, hortikultura, budidaya sayuran, buah-buahan, tanaman perkebunan, pembibitan, pembuatan pupuk organik, pengendalian organisme pengganggu tanaman, hingga penerapan mekanisasi pertanian. Berbagai inovasi tersebut menjadi sarana belajar agar teknologi pertanian dapat diterapkan langsung oleh petani di daerah asal masing-masing.

- Iklan -
Ad imageAd image

Lokasinya yang berada di kawasan Agro Center Soropadan juga membuat Bapeltan berada di lingkungan yang memang dikenal sebagai sentra pengembangan teknologi dan promosi hasil pertanian Jawa Tengah. Kedekatan dengan kawasan tersebut menjadikan peserta pelatihan memperoleh pengalaman belajar yang lebih lengkap, mulai dari teori, praktik, hingga melihat berbagai inovasi pertanian secara langsung.

Kini, setelah seluruh rangkaian Diklat TMI Angkatan II Jawa Tengah berakhir, Bapeltan kembali menjalankan fungsi utamanya sebagai pusat pendidikan pertanian. 

Jejak langkah para peserta memang telah meninggalkan halaman Bapeltan, tetapi semangat yang dibangun selama pelatihan diharapkan tetap tumbuh di ribuan hektare sawah, kebun, dan ladang yang akan mereka dampingi ketika kembali ke daerah masing-masing.***

Share This Article