SIPGN Wajib Diterapkan, Kebijakan Kepala BGN Baru Tuai Beragam Respons dari SPPG

2 Min Read
Kebijakan baru kepala BGN, Sudaryono soal SIPGN (foto: tangkapan layar)

Jos ini, semua harus pakai SIPGN… biar satu data untuk Negeri Indonesia berdaulat

MAGELANG, DMNETWORK – Kebijakan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru terkait kewajiban penggunaan Sistem Informasi Pengelolaan Gizi Nasional (SIPGN) mulai menuai beragam tanggapan dari para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.
Kepala BGN, Sudaryono, menyampaikan bahwa dari sekitar 27 ribu SPPG yang telah terbentuk di Indonesia, baru sebagian yang menerapkan SIPGN sebagai sistem pelaporan dan pengelolaan data. Pemerintah mendorong seluruh SPPG segera mengadopsi aplikasi tersebut agar data dapat terintegrasi dalam satu sistem nasional.
Kebijakan ini memicu diskusi di kalangan admin SPPG. Berbagai komentar membanjiri unggahan akun media sosial Darmedia Network, baik berupa dukungan maupun masukan terhadap implementasi aplikasi tersebut.
Salah satu dukungan datang dari akun @Driver_Gabut yang menuliskan:
“Jos ini, semua harus pakai SIPGN… biar satu data untuk Negeri Indonesia berdaulat, bersistem monokratif dan by aplikasi. Inilah Kepala BGN yang baru, perubahan total dan masif untuk perbaikan gizi anak bangsa.”
Menurutnya, penerapan satu sistem pelaporan merupakan langkah yang tepat untuk menciptakan data nasional yang terintegrasi. Ia juga menilai akan menjadi nilai tambah apabila aplikasi SIPGN benar-benar dikembangkan oleh talenta dalam negeri sebagai wujud kemandirian teknologi Indonesia.
Meski demikian, sejumlah admin SPPG juga menyampaikan beberapa kendala yang masih ditemui di lapangan. Di antaranya adalah masih adanya bug atau gangguan teknis pada aplikasi yang dinilai perlu segera disempurnakan oleh tim pengembang agar proses pelaporan berjalan lebih optimal.
Selain itu, kondisi jaringan internet di sejumlah wilayah juga masih menjadi tantangan. Koneksi yang belum stabil menyebabkan proses penginputan data kerap mengalami hambatan, terutama bagi SPPG yang berada di daerah dengan keterbatasan akses internet.
Beragam masukan tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi BGN dan pengembang SIPGN agar implementasi sistem dapat berjalan lebih efektif. Dengan penyempurnaan aplikasi dan dukungan infrastruktur yang memadai, SIPGN diharapkan mampu menjadi fondasi pengelolaan data gizi nasional yang akurat, terpadu, dan mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia.
Share This Article
error: Content is protected !!